Ancaman Penyakit Hewan! Peternak di Rejang Lebong Diminta Lebih Selektif Saat Membeli Ternak
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, drh. Wenny Haryanti.--Badri/rakyatbengkulu.com
REJANG LEBONG, RAKYATBENGKULU.COM – Pengawasan terhadap peredaran dan perdagangan hewan ternak di Kabupaten Rejang Lebong masih belum optimal.
Salah satu faktor utama yang menyebabkan lemahnya pengawasan adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di instansi terkait.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, drh. Wenny Haryanti, mengungkapkan bahwa pihaknya masih menghadapi tantangan dalam melakukan pemantauan ketat terhadap arus keluar masuk ternak di wilayah tersebut.
Sementara itu, aktivitas jual beli ternak antar daerah terus berlangsung, sehingga meningkatkan risiko penyebaran penyakit hewan.
BACA JUGA:Makanan Ini Red Flag! Bikin Mulut Bau Saat Puasa, Waspadai Daftarnya
BACA JUGA:Dari Recehan Jadi Emas: Begini Cara Cerdas Mengubah Uang Kecil Jadi Investasi Bernilai
“Meskipun pengawasan belum optimal, kami mengimbau para peternak agar lebih berhati-hati saat membeli ternak dari luar daerah. Langkah pencegahan seperti karantina mandiri sangat penting untuk menghindari penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak maupun masyarakat sekitar,” ujar Wenny pada 9 Maret 2025.
Karantina mandiri menjadi langkah pencegahan utama dalam menjaga kesehatan ternak.
Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa hewan yang baru dibeli tidak membawa penyakit menular yang bisa menyebar ke ternak lain.
“Beberapa penyakit yang berisiko menyebar melalui ternak dari luar daerah antara lain antraks, cacing hati, serta penyakit mulut dan kuku (PMK),” jelas Wenny.
Namun, dalam praktiknya, banyak peternak yang langsung mencampurkan ternak baru dengan ternak lama tanpa melalui proses karantina.
BACA JUGA:8 Tips Rahasia Membuat Donat Kentang Ekstra Lembut & Fluffy, Anti Gagal!
BACA JUGA:4 Tips Berpuasa agar Tetap Sehat ala Dokter Tirta, Tetap Fit & Enerjik!
Tindakan ini sangat berbahaya, terutama jika ternak yang baru didatangkan ternyata membawa penyakit yang belum terdeteksi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

