HONDA

85 Persen SDM RSUD M. Yunus Harus Dibenahi, DPRD Soroti Banyaknya Keluhan Masyarakat

85 Persen SDM RSUD M. Yunus Harus Dibenahi, DPRD Soroti Banyaknya Keluhan Masyarakat

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain--Nova/Rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Bengkulu, Teuku Zulkarnain, menegaskan perlunya reformasi total terhadap manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M. Yunus. Penegasan ini disampaikan menyusul dimulainya perombakan besar-besaran di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Menurut Teuku, langkah evaluasi dan restrukturisasi penting dilakukan karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap buruknya kualitas layanan di RSUD M. Yunus. 

Salah satu aspek paling krusial yang disoroti adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dinilainya menjadi akar dari berbagai persoalan pelayanan.

“Kami menyambut baik langkah evaluasi yang sudah dimulai. Sekitar 85 persen jajaran SDM perlu dibenahi demi pelayanan yang lebih layak bagi masyarakat,” kata Teuku Zulkarnain, Senin 7 Juli 2025.

BACA JUGA:4 ASN Bengkulu Resmi Diizinkan Cerai, Aturan Larangan Segera Berlaku

BACA JUGA:Francesco Farioli Resmi Jadi Pelatih, Proyek Pembaruan FC Porto Dimulai

Reformasi ini turut ditandai dengan rotasi di tingkat pimpinan tertinggi RSUD M. Yunus. 

Direktur sebelumnya, dr. Widia, diketahui telah mengundurkan diri karena dinilai belum berhasil menyelesaikan permasalahan internal rumah sakit. 

Kini, dr. Heri ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD M. Yunus.

Teuku berharap momentum ini benar-benar menjadi awal dari pembenahan serius, dan menekankan agar proses reformasi dilakukan secara transparan dan profesional, tanpa ada praktik titip jabatan atau kepentingan pribadi.

BACA JUGA:300 Dosis Vaksin Rabies Masih Tersedia, Disperkan Lebong Ajak Masyarakat Segera Ajukan

BACA JUGA:Tegaskan Komitmen Transformasi, BRI Luncurkan BRIvolution Initiatives Phase 1

“Rumah sakit ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, bukan sumber kekecewaan. Jangan sampai ada permainan proyek atau jabatan yang justru merusak niat baik reformasi,” tambahnya.

Ia juga meminta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam proses reformasi ini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait