HONDA

Anggaran 2026 Diperketat, BKAD Bengkulu Pastikan Pelayanan Tetap Normal

Anggaran 2026 Diperketat, BKAD Bengkulu Pastikan Pelayanan Tetap Normal

Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan--Riko/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM — Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) mulai menerapkan strategi pengelolaan anggaran yang lebih ketat pada tahun anggaran 2026. 

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan efisiensi anggaran, dengan tetap menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Kepala BKAD Provinsi Bengkulu, Tommy Irawan, menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak dimaknai sebagai pemangkasan layanan publik, melainkan upaya memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Ini bukan soal pemotongan semata, tapi soal efektivitas anggaran. Kita hanya memasang program-program yang berkualitas, yang memang menunjukkan kepentingan daerah dan kepentingan masyarakat,” ujar Tommy, Senin 2 Februari 2026.

BACA JUGA:Tanggap Bencana Longsor Cisarua Kabupaten Bandung, BRI Peduli Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak

BACA JUGA:Mahasiswa Bengkulu di Al Azhar Hilang Terseret Ombak di Mesir, Pemprov Dampingi Keluarga

Menurutnya, BKAD kini menerapkan skala prioritas dan kualitas program, terutama dalam memilih kegiatan strategis yang tetap relevan di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Dengan adanya perpotongan dan berbagai laporan perusahaan, kita harus pandai-pandai mengatur situasi. Jadi bukan kuantitas program yang kita kejar, tapi kualitasnya,” lanjutnya.

Terkait kebijakan efisiensi seperti Work From Anywhere (WFA), Tommy menyebut dampaknya terhadap kondisi keuangan daerah masih relatif kecil dan belum signifikan.

“Kalau untuk efisiensi WFA itu masih lebih bawah. Tidak terlalu signifikan terhadap kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Meski diakui proses penyesuaian kebijakan membutuhkan waktu, BKAD memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal, khususnya dalam proses pencairan anggaran.

BACA JUGA:4 Warga Bengkulu Korban TPPO di Kamboja Segera Dipulangkan

BACA JUGA:Progres Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Mukomuko Capai 100 Persen di Dua Desa

“Pelayanan terhadap publik tidak boleh terganggu. Itu yang paling penting,” tegas Tommy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: