HONDA

Jelang Ramadan, Syukuran Adat HUT Mukomuko ke-23 Digelar Lebih Awal

Jelang Ramadan, Syukuran Adat HUT Mukomuko ke-23 Digelar Lebih Awal

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Mukomuko, Amri Kurniadi, S.Ag--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Pelaksanaan syukuran adat dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mukomuko ke-23 tahun dipastikan akan dipercepat dari jadwal semula.

Syukuran adat yang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Mukomuko ini biasanya digelar bertepatan dengan puncak peringatan HUT daerah pada 25 Februari. 

Namun pada tahun 2026, tanggal tersebut bertepatan dengan bulan suci Ramadhan sehingga pelaksanaannya dimajukan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Mukomuko, Amri Kurniadi, S.Ag, menjelaskan keputusan percepatan tersebut diambil setelah dilakukan koordinasi bersama unsur adat.

BACA JUGA:Penataan Balai Buntar Dimulai, Lapak UMKM hingga Parkir Diseragamkan

BACA JUGA:9 Cabang Perlombaan Siap Digelar, Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan MTQ XXXVII di Seluma

"Kami sudah koordinasi ulang dengan pihak adat dan ketua BMA. Dan dari hasil koordinasi itu, kegiatan itu dipercepat dan akan direncanakan pelaksanaannya pada tanggal 16 Februari mendatang," ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 4 Februari 2026.

Amri mengatakan, sukuran adat merupakan bagian penting dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Mukomuko. 

Selama ini, kegiatan tersebut dilaksanakan pada siang hari di balai adat sebagai wujud rasa syukur atas bertambahnya usia daerah.

Namun, jika pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Ramadhan, pemerintah daerah menilai perlu dilakukan penyesuaian agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa masyarakat.

BACA JUGA:Kombes Pol Rahmad Hidayat Jabat Kapolresta Bengkulu, Sertijab Dijadwalkan Besok di Polda

BACA JUGA:Siap-Siap Kejutan Semesta! Inilah Ramalan untuk 5 Shio di Tanggal 4 Februari 2026

"Kondisi ini tentu tidak memungkinkan dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya karena sebagian besar masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa. Namun pemerintah daerah tidak ingin mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan unsur adat sebagai pemangku tradisi," ungkapnya.

Dengan percepatan jadwal tersebut, Pemkab Mukomuko berharap nilai-nilai adat dan budaya tetap terjaga, sekaligus menghormati nilai-nilai keagamaan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: