HONDA

13 Kasus DBD Tercatat, Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Ancaman Pasca Banjir

13 Kasus DBD Tercatat, Dinkes Kota Bengkulu Ingatkan Ancaman Pasca Banjir

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati--

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengingatkan potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga April 2026, serta mewaspadai munculnya penyakit leptospirosis pascabanjir.

Berdasarkan data Dinkes, hingga saat ini tercatat 13 kasus DBD di Kota Bengkulu tanpa adanya korban meninggal dunia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelly Hartati, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi banjir yang terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Saya merasa sangat prihatin karena kita dapat musibah cuaca El Nino, jadi terjadi banjir. Ini juga berpotensi meningkatnya potensi lonjakan penyakit DBD dan lainnya,” ujar Nelli.

BACA JUGA:8 Siswa SMAN 3 Mukomuko Lolos SNBP 2026, Diterima di PTN Favorit

BACA JUGA:Disparpora Mukomuko Usulkan Anggaran Rp50 Miliar untuk Pembangunan GOR

Menurutnya, ancaman penyakit justru meningkat setelah banjir surut, ketika lingkungan kotor dan sumber air berpotensi tercemar.

“Setelah pasca banjir, ada beberapa penyakit yang potensial akan terjadi banyak, bahkan bisa menjadi kejadian luar biasa jika terlambat ditangani,” tegasnya.

Selain diare, masyarakat juga diminta mewaspadai leptospirosis, yaitu penyakit yang ditularkan melalui kotoran atau urine tikus yang terbawa air banjir.

“Leptospirosis ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat. Padahal risikonya ada saat banjir, karena sarang tikus terbongkar dan terbawa air,” jelasnya.

BACA JUGA:Kai Havertz Jadi Pahlawan, Arsenal Segel Kemenangan Menit Akhir di Markas Sporting CP

BACA JUGA:Nelayan Tenggelam di Muara Jenggalu Ditemukan Meninggal Dunia di Lentera Merah, Operasi SAR Ditutup

Sementara itu, lonjakan kasus DBD diperkirakan terjadi 2 hingga 3 minggu setelah banjir, seiring berkembangnya jentik nyamuk di genangan air.

“Kalau DBD, tidak langsung muncul saat banjir. Kita biasanya waspada dua sampai tiga minggu setelahnya, karena jentik nyamuk perlu waktu untuk berkembang menjadi nyamuk dewasa,” ungkap Nelly.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: