Harga Sawit Anjlok, Konsumsi Pangan Ikut

Minggu 03-07-2022,04:42 WIB
Reporter : Peri Haryadi
Editor : Redaksi

 

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID – Dampak anjloknya  harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, mampu pengaruhi tingkat konsumsi pangan di Kabupaten Mukomuko.

Ketika harga TBS terun bebas, konsumsi pangan warga langsung menurun drastis. Ini diungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Eddy Aprianto, SP, M.Si.

BACA JUGA: Pabrik Sawit Diberi Surat Teguran, Mudah-mudahan Efektif

 “Harga sawit di Mukomuko sangat berpengaruh dengan konsumsi pangan warga. Jika harga sawit mahal, konsumsi pangan pun meningkat. Begitu juga sebaliknya. Murahnya harga sawit, berpengaruh benar terhadap turunnya konsumsi pangan warga,” ungkap Eddy.

Dan dampak dari penurunan konsumsi pangan, sambung Eddy, yang sangat dirugikan yaitu para pedagang sembako. Termasuk para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Akibatnya, perputaran ekonomi menjadi kecil.

“Lain halnya kalau harga sawit mahal, bukan hanya pemilik kebun sawit yang diuntungkan. Tetap para pedagang dan UMKM juga mendapatkan keuntungan yang sama karena tingginya daya beli masyarakat,” kata Eddy.

BACA JUGA: Banjir di Kota Bengkulu Mulai Surut, Pemilik Pertokoan Bersih-bersih

Pihaknya lanjut Eddy, merangkul sejumlah kelompok wanita tani (KWT). Untuk mengembangkan tanaman pertaian jenis sayuran termasuk buah-buahan. Sebagai upaya antisipasi terjadinya penurunan konsumsi pangan.

“Kita yakin, hasil usaha yang kini sudah digeluti puluhan KWT, membawa dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” yakin Eddy. Minimal kata Eddy, mereka tidak lagi membeli sayur atau buah untuk konsumsi sendiri.

Selain itu, sisa dari konsumsi juga bisa mereka jual ke masyarakat secara umum.   “Kami dari dinas, juga ikut membantu memasarkan hasil panen KWT ke khalayak umum melalui aplikasi belanja online.

Bisa menjual beras, sayur, cabai, bawang dan lainnya,” kata Eddy.

BACA JUGA: Lihatlah, Jalinbar Bengkulu - Padang sudah Nyaris Ambrol

Upaya memberdayakan KWT, untuk kreatif di bidang pertanian. Diharapkan daya konsumsi pangan masyarakat terus meningkat. Meskipun saat ini, harga TBS kelapa sawit terbilah masih sangat murah.

 “KWT yang ada juga mendapat pendampingan dari Dinas. Mulai dari mengelola lahan, menanam, hingga memasarkan hasil panen. Dan kabar baiknya, di tahun ini ada sejumlah KWT juga akan mendapat suntikan dana bantuan dari pemerintah pusat untuk pengembangan usaha,” tukas Eddy. 

 

Kategori :