Remaja Pengancam Tebas Polisi masih Nginap di Sel

Kamis 04-08-2022,08:57 WIB
Reporter : Arie Saputra Wijaya
Editor : adminrakyatbengkulu2

KEPAHIANG, rakyatbengkulu.disway.id – Lantaran nekat mengacungkan senjata tajam dan mengancam akan menebas polisi yang mencoba mendekat, SV (17) asal Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, ditangkap.

Remaja putus sekolah ini, terpaksa menginap di bilik jeruji besi Polres Kepahiang. Sebelum dilakukan penahanan, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kepahiang menyangkakan remaja putus sekolah tersebut dengan Undang-undang Darurat tentang kepemilikan senjata tajam.

“Untuk remaja pria yang diserahkan personel Satlantas tadi, sampai saat ini masih kita amankan, meskipun tadi kita sudah panggil pihak keluarganya.

Sementara untuk teman wanitanya, sudah kita persilakan pulang dan dijemput oleh pihak keluarganya juga,” terang Kapolres Kepahiang AKBP. Yana Supriyatna, S.IK, M.Si melalui Kasat Reskrim Iptu. Doni Juniansyah, SM.

BACA JUGA:Remaja di Kepahiang Nekat Ancam Polisi dengan Sebilah Parang Lantaran Ditilang

Sebelumnya, penangkapan atas CV bermula dirinya yang membonceng teman wanitanya CT (15), warga Kabupaten Empat Lawang Sumsel, mengendarai sepeda motor Honda Revo warna hitam tanpa plat nomor polisi.

Pasangan remaja ini tidak mengenakan helm, melintas di wilayah Pasar Kepahiang. Saat itu, personel Satlantas Polres Kepahiang yang sedang berpatroli melihat keduanya melanggar aturan berkendara, seketika memberhentikan kedua remaja ini.

Selanjutnya petugas menanyakan surat-surat kendaraan. Ternyata SV tidak dapat menunjukkan kelengkapan surat kendaraan. Akhirnya polisi membawa kedua remaja itu ke pos jaga di depan Puncak Mall Kepahiang.

Hanya saja ketika hendak dibawa ke pos jaga Puncak Mall, SV yang mengendarai sepeda motor langsung melarikan diri ke arah Kelurahan Pasar Ujung dengan melawan arus lalu lintas (Verboden).

Dia melewati rumah dan pertokoan warga, hingga akhirnya aparat pun melakukan pengejaran. Kedua remaja tersebut sempat dicegat personel Satlantas di belakang kuburan Cina Desa Sidodadi Kecamatan Kepahiang.

BACA JUGA:Oknum Dokter Aniaya Teman Wanita Berakhir Damai, Dinkes Minta IDI Beri Pembinaan

Namun diduga karena panik saat dicegat petugas, SV yang mengendarai sepeda motor langsung berhenti dan membanting sepeda motornya.

Kemudian melarikan diri ke kebun warga sekitar. Sementara teman wanitanya ditinggalkannya bersama motor tersebut.

Menariknya, saat hendak diamankan setelah dilakukan pengejaran ke kebun warga, SV mengeluarkan sebilah senjata tajam jenis badik yang disimpannya di pinggang.

Selanjutnya mengacungkannya, dan mengancam para petugas yang hendak mengamankan.

Sontak saja, hal ini sempat membuat personel Satlantas yang bertugas menjadi geram, kemudian menangkap dan mengamankan SV ke Mapolres Kepahiang.

“Dia sempat mengacungkan sajam tersebut ke jajaran kita, sehingga jajaran kita pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan membekuknya dan mengamankannya ke Mapolres Kepahiang.

Selanjutnya tersangka diserahkan oleh personel Satlantas kepada kita di Satreskrim,” demikian Doni. (sly)

Kategori :