Antrean Truk Mengular ! Padati Jalan Kutau, Berebut untuk Dapatkan Bio Solar

Minggu 15-10-2023,17:00 WIB
Reporter : Rio Agustian
Editor : Patris Muwardi

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Pemandangan di kawasan Jalan Kutau, Kota Manna setiap hari, dipadati barisan truk-truk besar. Antrean truk mengular, berebut untuk dapat membeli BBM bio solar di SPBU 24.385.08 Kutau. 

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berkomitmen Salurkan BBM Subisidi Sesuai Aturan

Dari tiga SPBU di Kabupaten Bengkulu Selatan (BS), Provinsi Bengkulu, SPBU Kutau yang lokasinya di Kecamatan Kota Manna Bengkulu Selatan, memang paling banyak antrean mobil ukuran besar. 

BACA JUGA:Pilkades, PMD Kabupaten Kaur Pastikan Serentak 22 Oktober, Berikut Jumlah dan Nama Desa

Lalu diikuti oleh SPBU Tanjung Raman di Kecamatan Manna Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu. Sedangkan SPBU Ibul, yang lokasinya di Kota Manna Bengkulu Selatan memang tidak menjual BBM bio solar. 

BACA JUGA:Mobil Kepala Sekolah di Bengkulu Selatan Terguling, Hindari Tabrakan dengan Motor !

Antrean panjang ini semakin parah dalam satu minggu terakhir. Jauh lebih panjang dibandingkan dengan antrean mingu sebelumnya. 

BACA JUGA:Sering Dianggap Gulma: Ternyata Sirih Bumi Punya Segudang Manfaat yang Jarang Diketahui

Salah satu sopir Fuso, Asep (38) mengatakan, dirinya bersama sopir lainnya harus rela bermalam di SPBU untuk mendapatkan bio solar.

BACA JUGA:Tips Lolos Pengajuan Pinjaman Pinang Flexi, Bank Mitra BPJS Ketenagakerjaan

Apabila tidak, maka jatah solar akan habis, truk tidak bisa jalan. Oleh karena itu setiap dua hari sekali, sopir truk terpaksa antre di SPBU Kutau. 

BACA JUGA:Adu Kuat Perkara 'Sunat' Rp 146 Juta : JPU Hadirkan 50 saksi, PH Temukan Banyak Kelemahan

"Kalau mau dapat, antrenya sehari sebelum solar datang dari Pertamina Pulau Baai. Jadi truk-truk, maupun mobil jenis lainnya pengguna solar, sudah berbasis di jalan Kutau,’’ kata Asep.

BACA JUGA:3 Manfaat Cengkeh Sebagai Obat Herbal, Ampuh Obati Penyakit Asam Urat Hingga Bau Mulut

Senada disampaikan pengguna mobil solar lainnya, Tori. Dia mengaku sebagai pedagang kelontongan yang menggunakan kendaraan berbahan bakar bio solar mengalami kesulitan menjalankan aktivitasnya karena sulit mendapatkan solar subsidi pemerintah itu. 

Kategori :