Diguyur Hujan Lebat, Pengunjung Wisata Sungai Trokon Curup Diperingatkan Bahaya Banjir Bandang

Senin 01-01-2024,20:57 WIB
Reporter : Hellen Yuliana
Editor : Heri Aprizal

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Sungai Trokon, yang berlokasi di kawasan Kota Curup, Desa Cawang Lama, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi pilihan utama para pengunjung yang sedang menikmati liburan awal tahun.

Namun, pada pukul 14.30 WIB, hujan lebat turun. Peringatan bahaya banjir bandang pun disampaikan penjaga Sungai Trokon.

Destinasi wisata ini menjadi favorit bagi wisatawan lokal maupun dari luar kota, membuat sungai ini ramai dikunjungi. Beberapa titik lokasi wisata bahkan ditutup sementara karena kendaraan memenuhi tempat parkir yang terbatas.

Untuk dapat menikmati keindahan Sungai Trokon, setiap pengunjung dikenai biaya Rp10 ribu per orang. Harga yang terjangkau ini menjadikan Sungai Trokon diminati oleh berbagai kalangan, baik lokal maupun luar kota.

BACA JUGA:Libur Tahun Baru 2024 di Rejang Lebong Arus Lalin Ramai Lancar, Tapi Jumlah Pengunjung Objek Wisata Menurun

Kejernihan air sungainya dengan arus yang sedikit kencang membuatnya cocok untuk aktivitas arung jeram menggunakan ban besar.

Terdapat tiga lokasi unggulan untuk menikmati wisata Sungai Trokon, yakni di bawah jembatan yang dulunya digunakan untuk mencuci mobil, di bagian tengah, dan di bagian atas.

Wisatawan biasanya lebih memilih lokasi di tengah dan atas untuk merasakan sensasi arung jeram yang lebih seru.

Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, pondokan tempat beristirahat di sekitar sungai penuh hingga tidak ada lagi yang kosong. Beberapa pondokan bahkan mengalami kerusakan akibat kapasitas yang melampaui batasnya.

BACA JUGA:Mengagumkan! Ini 7 Destinasi Wisata Alam Bengkulu yang Mempesona Bagaikan Surga Dunia

Meskipun hujan turun, antusiasme wisatawan tetap tinggi, walaupun mereka diberi peringatan untuk naik ke atas dan berenang di tepi sungai saja.

Petugas selalu mengingatkan wisatawan tentang potensi banjir bandang akibat hujan yang terus meningkat.

Di sekitar area wisata, terpasang plang dan spanduk dengan imbauan bagi wisatawan agar memperhatikan ciri-ciri terjadinya banjir, seperti hujan di hulu sungai, timbul buih di air, hanyutnya ranting dari Hulu Musi, dan kekeruhan air.

Peringatan ini memberikan informasi yang jelas kepada wisatawan untuk selalu waspada.


Di sekitar area wisata, terpasang plang dan spanduk dengan imbauan bagi wisatawan agar memperhatikan ciri-ciri terjadinya banjir.--Hellen/rakyatbengkulu.com

Kategori :