Dengan penelitian Lapan terhadap 17 titik yang diuji, kadar oksigen di Pulau Gili Iyang ini adalah sebesar 20,9 persen.
Ini artinya dalam volume 1 liter udara bebas terkandung 0,209 liter oksigen, terlebih lagi di pulau ini nilai kandungan zat-zat pencemar udara seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, atau sulfur dioksida sangat rendah.
Menurut peneliti pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lapan, Kajian Potensi Wisata Kesehatan Oksigen di Gili Iyang bahwa ada faktor lain yang menyebabkan kualitas udara sangat bagus dengan redahnya polusi udara.
Dikutip dari indonesia.go.id bahwa Udara di Gili Iyang menjadi udara yang berasal dari laut yang kemungkinan banyak mengandung aerosol garam, terutama magnesium sulfat atau dikenal dengan nama garam epsom.
Satu tingkat dibawah Laut Mati di Yordania sehingga benar adanya titik oksigen terbaik di dunia yang dibutuhkan tubuh ada pada daerah Gili Iyang di Sumenep tersebut.
Oksigen yang terjaga baik ini mempengaruhi harapan hidup warganya, sehingga di pulau Gili Iyang tidak sulit menjumpai warga yang telah berusia di atas 90 tahun bahkan 100 tahun dalam kondisi tubuh masih segar bugar.
Terutama juga pada gangguan usia seperti ini tidak mengalami gangguan penglihatan dan mereka masih produktif dengan pergi ke ladang atau beribadah, bukan hal yang susah untuk mereka lakukan.
Sungguh bangga dengan alam yang dimiliki oleh Indonesia yang patut dilestarikan dengan tidak adanya pencemaran udara di daerah tersebut.
Menjaga alam sangat menjadi prioritas semua negara. Ini untuk menciptakan keseimbangan alam dan keberlangsungan kehidupan manusia dalam jangka waktu yang panjang.
Ingin merasakan sensasi titik oksigen terbaik di dunia ayo lanjutkan perjalanan ke Gili Iyang Sumenep ini.