Saat air mencapai leher mereka, ada yang berlari, ada yang bertahan dan tiba-tiba kampung mereka yang berada di atas bukit runtuh ke arah mata air dan dari sinilah terbentuklah Danau Tiwu Sora.
Warga yang berlari sempat menoleh ke belakang, langsung berubah menjadi batu. Bahkan ada yang berlari jauh, namun karena menoleh ke belakang, mereka juga berubah menjadi batu.
Beberapa dari mereka bahkan berlari sambil membawa anak kecil, sehingga terdapat batu-batu yang menyerupai seorang ibu yang sedang menggendong anak.(**)