BACA JUGA:Patrick Kluivert Optimistis Timnas Indonesia Bisa Finis di Runner-Up Kualifikasi Piala Dunia 2026
- 50% untuk kebutuhan Lebaran (zakat, THR keluarga, dan belanja secukupnya)
- 30% untuk tabungan atau investasi agar tetap punya cadangan dana setelah Lebaran
- 20% untuk hiburan atau belanja pribadi agar tetap menikmati Lebaran tanpa merasa bersalah
3. Bijak dalam Memberi THR
Memberi THR adalah tradisi yang baik, tetapi jangan sampai memaksakan diri. Sesuaikan jumlah THR yang diberikan dengan kondisi keuangan Anda.
Jika keuangan sedang terbatas, berikan dalam jumlah yang lebih kecil atau ganti dengan bentuk lain, seperti hampers atau makanan buatan sendiri.
BACA JUGA:Mudik Tenang, Polres Bengkulu Utara Buka Layanan Titip Kendaraan dan Gelar Pasar Murah
BACA JUGA:Kenali Sejak Dini: Ciri Anak Mengalami Speech Delay yang Perlu Diwaspadai
4. Batasi Belanja Konsumtif
Baju baru dan hidangan lezat memang menggoda, tetapi jangan sampai berlebihan. Utamakan kebutuhan, bukan sekadar gengsi.
Coba gunakan baju lama yang masih bagus atau cari promo makanan yang lebih hemat. Ingat, Lebaran hanya beberapa hari, tapi keuangan harus tetap stabil setelahnya.
5. Siapkan Dana Pasca-Lebaran
Setelah Lebaran, masih ada kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi, seperti bayar listrik, cicilan, dan biaya hidup lainnya.
Sisihkan dana darurat sebelum Lebaran agar setelah perayaan selesai, Anda tidak langsung kehabisan uang atau terpaksa berutang.
BACA JUGA:Inspektorat Bengkulu Utara Desak OPD Segera Tuntaskan Rekomendasi BPK