Kepala Desa Simpang, Rezon Effendi, menyatakan bahwa pembangunan jembatan ini telah dijanjikan sejak 2023, namun hingga kini belum ada realisasi.
“Sampai saat ini belum ada kejelasan. Awalnya dijanjikan sejak 2023 lalu, tetapi sampai sekarang belum ada pembangunan. Kasihan warga yang terus diteror bahaya jika ingin menyebrang harus melalui aliran sungai,” ujar Rezon.
Ia pun berharap Bupati Seluma, Teddy Rahman, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan jembatan ini. Apalagi, saat kampanye lalu, Bupati sempat berjanji akan mengupayakan realisasi proyek tersebut.
“Kami yakin Pak Teddy Rahman memiliki relasi yang luas sehingga mampu mengupayakan pembangunan jembatan Desa Simpang ini,” tambah Rezon.
BACA JUGA:LPSK Soroti Putusan Pengadilan Militer yang Tolak Restitusi Korban Penembakan oleh Oknum TNI
BACA JUGA:Tips Foto Estetik dan Anti Mainstream Saat Lebaran Hanya Pakai HP
Pernah Viral, Namun Tak Ada Perubahan
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Seluma sempat memastikan bahwa pembangunan jembatan akan dimulai pada Agustus 2024 melalui Kementerian PUPR dan BPJN Provinsi Bengkulu.
Bahkan, tim dari BPJN sudah melakukan survei dan pengukuran titik koordinat. Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda pengerjaan proyek tersebut.
Jembatan ini sebelumnya sempat menjadi sorotan publik. Beberapa waktu lalu, jembatan tersebut viral karena kondisinya yang ekstrem, dengan lantai yang hilang dan rangka besi yang mulai berkarat.
Selain itu, puluhan pelajar di Desa Simpang harus menyeberangi sungai dengan kedalaman setinggi pinggang orang dewasa untuk pergi ke sekolah.
Sebagian warga bahkan sudah berinisiatif membuat jalur alternatif dengan gotong royong, menumpuk material koral dalam karung untuk dijadikan pijakan agar lebih aman saat melintasi sungai.
Namun, upaya ini tentu tidak bisa menggantikan kebutuhan akan jembatan yang layak dan aman bagi warga.
BACA JUGA:Bukan Lalapan Biasa! Manfaat Daun Kemangi yang Dimakan Mentah untuk Kesehatan
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Utara Serahkan SK Perpanjangan Kontrak 5 Tahun untuk 1.538 PPPK
Kini, harapan warga Desa Simpang kembali tertumpu pada pemerintah daerah untuk segera memperjuangkan kepastian pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan.