DPRD Apresiasi WaliKota Ajak Dialog Driver, Dorong Solusi Permanen Persampahan

Minggu 01-02-2026,19:09 WIB
Reporter : Riko Dwi Apriansyah
Editor : Peri Haryadi

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Upaya Wali Kota Bengkulu mengumpulkan sopir truk sampah untuk berdialog langsung di Gedung Merah Putih dinilai sebagai langkah tepat dalam meredakan polemik dan menuai apresiasi luas.

Anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi Hariyanto, S.P., M.M., menilai pendekatan dialog tersebut sebagai keputusan strategis untuk meredam konflik sekaligus membuka jalan menuju pembenahan sistem persampahan secara permanen.

Edi menyebut, keputusan Wali Kota mengedepankan komunikasi langsung mencerminkan kepemimpinan yang mengutamakan penyelesaian masalah, bukan sekadar penegakan aturan.

BACA JUGA:Percepatan Perumahan Bengkulu Dikebut, Pemprov Bawa Empat Program Strategis ke Pusat

BACA JUGA:Jadwal Sekolah Ramadhan Bengkulu 2026 Disesuaikan, Libur Awal Puasa Empat Hari

“Wali Kota menunjukkan sikap negarawan dengan mendengar langsung aspirasi para supir. Ini bukan soal siapa salah atau benar, tapi bagaimana pelayanan publik, khususnya pengelolaan sampah, bisa dibenahi dari akar persoalan,” ujar Edi, Minggu 1 Februari 2026.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Bengkulu ini juga menegaskan bahwa aksi penumpahan sampah di Kantor Wali Kota dan DPRD memang tidak dapat dibenarkan.

Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan puncak dari persoalan panjang yang dihadapi para supir, mulai dari kondisi TPA, infrastruktur jalan yang rusak, hingga lemahnya sistem pembinaan dan pengawasan di lapangan.

BACA JUGA:Banpol Kota Bengkulu Berpotensi Naik, Usulan Tembus di Atas 80 Persen

BACA JUGA:Wali Kota Bengkulu Temui Driver Sampah, Dedy Wahyudi Tegaskan Tak Ada Kriminalisasi Warga

Lebih lanjut, Edi menyambut positif rencana pencabutan laporan polisi sebagai langkah de-eskalasi konflik dan wujud keberpihakan pada solusi jangka panjang.

“Pencabutan laporan adalah langkah dewasa. Persoalan pelayanan publik tidak boleh diselesaikan dengan pendekatan hukum semata, apalagi jika menyangkut pekerja di lapangan. Fokus kita harus pada perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Edi memastikan lembaganya siap mengawal hasil pertemuan tersebut agar berujung pada kebijakan nyata, seperti penataan sistem persampahan, peningkatan keselamatan kerja sopir, serta perumusan strategi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

BACA JUGA:Besok Dimulai, Ini Daftar Pelanggaran Target Operasi Keselamatan Nala 2026 di Mukomuko

BACA JUGA:Wali Kota Bengkulu Pilih Memaafkan, Laporan Hukum Dicabut, Ajak Petugas Sampah Bangun Kota

Tags :
Kategori :

Terkait