Selain aspek anggaran, DTPHP juga menyiapkan sistem pelaksanaan yang lebih tertata, mencakup kelengkapan administrasi desa, indikator keberhasilan tanam, serta pembentukan tim penilai guna memastikan program berjalan objektif dan terukur.
Sri juga mengajak desa-desa yang belum terlibat pada pelaksanaan sebelumnya untuk berpartisipasi pada Sadesahe 2026 agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
"Kita mengajak desa-desa untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan nya, terkhusus desa-desa yang belum berpartisipasi sebelumnya," pungkasnya.
Meski data produksi jagung secara keseluruhan masih menunggu hasil panen dari sejumlah wilayah, Pemprov Bengkulu menargetkan tambahan produksi sekitar 95 ribu ton jagung pipil kering melalui pelaksanaan Sadesahe 2026.
Dengan penguatan sektor pertanian berbasis desa ini, Pemprov Bengkulu optimistis dapat mendorong pertumbuhan produksi pangan yang berkelanjutan serta mendukung agenda nasional menuju swasembada pangan.