Simposium Nasional IDAI Pertama Digelar di Bengkulu, Bahas Jantung dan Kanker Anak

Jumat 06-02-2026,16:25 WIB
Reporter : Riko Dwi Apriansyah
Editor : Febi Elmasdito

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kota Bengkulu mencatat sejarah di bidang kesehatan anak nasional. 

Untuk pertama kalinya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memusatkan pelaksanaan Simposium Nasional (SINAS) di Provinsi Bengkulu, bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Anak Sedunia.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Hotel Mercure Bengkulu, Jumat 6 Februari 2026, dan menjadi ajang strategis pembahasan isu-isu krusial kesehatan anak sekaligus menghadirkan layanan langsung bagi masyarakat.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio (K), mengatakan SINAS di Bengkulu tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga bagian dari upaya pemerataan ilmu pengetahuan dan layanan kesehatan anak di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Polres Mukomuko Bersama TNI Gelar Gerakan Indonesia Asri di Pantai Abrasi

BACA JUGA:Genangan Air Mega Mall–PTM, Pemkot Bengkulu Belum Bisa Gunakan APBD

“Ini adalah agenda nasional IDAI dan untuk pertama kalinya kami pusatkan di Bengkulu. Pemilihan waktu juga bertepatan dengan Hari Kanker Anak, sehingga topik-topik yang kami angkat sangat relevan dengan isu kesehatan anak yang sedang menjadi perhatian,” ujar Dr. Piprim.

Dalam simposium ini, dokter anak dari berbagai daerah di Indonesia membahas sejumlah topik utama, di antaranya penyakit jantung pada anak, kanker anak, serta permasalahan neonatus yang masih menjadi tantangan dalam layanan kesehatan.

Selain diskusi ilmiah, SINAS IDAI juga menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemeriksaan USG jantung anak atau ekokardiografi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan langsung oleh para konsultan jantung anak dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir di Bengkulu.

“Kami tidak hanya berdiskusi di ruangan, tetapi juga turun langsung melayani masyarakat. Para konsultan jantung anak melakukan ekokardiografi, sekaligus melatih dokter setempat agar kemampuan layanan jantung anak di daerah semakin meningkat,” jelas Piprim.

BACA JUGA:Festival Nurul Huda Bengkulu Jadi Ajang Unjuk Bakat Siswa RA/TK dan MI/SD

BACA JUGA:Upayakan Keadilan, Tim Hukum Terdakwa Mega Mall Hadirkan Empat Saksi Ahli, Adu Argumen Warnai Persidangan

Kegiatan lainnya adalah Workshop leadership learning health system yang diikuti oleh para ketua IDAI cabang se-Indonesia. Workshop ini dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan serta manajemen sistem layanan kesehatan.

“Kami ingin para pemimpin IDAI tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga mampu mengelola sistem kesehatan. Ketika alat terbatas, solusinya adalah investasi pada sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait