RAKYATBENGKULU.COM - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Kamis pagi 19 Februari 2026 pagi.
Tercatat, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi sebanyak 3 kali berturut-turut dalam kurun waktu kurang dari empat jam.
Erupsi terbesar terjadi pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.00 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dikutip Antaranews.com.
BACA JUGA:Inter Milan Takluk 1-3 di Norwegia, Terancam Tersingkir dari Liga Champions
BACA JUGA:Pantang Menyerah, Club Brugge Paksa Atletico Madrid Berbagi Angka 3-3
Sigit menambahkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke timur laut.
Berdasarkan catatan seismograf, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 101 detik.
Sebelum letusan pukul 08.00 WIB, Semeru telah dua kali memuntahkan material vulkanik.
Erupsi pertama muncul pada pukul 04.32 WIB dengan tinggi kolom 500 meter.
BACA JUGA:Serap Aspirasi Sejak Awal, Husnul Khotimah Libatkan OPD dalam Reses Perdana
BACA JUGA:Angin Kencang 20 Knot Terjang Bengkulu, BMKG Tetapkan Wilayah Pegunungan Siaga
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 106 detik," tuturnya.
Tak lama berselang, pada pukul 07.24 WIB, erupsi kedua kembali terjadi dengan ketinggian kolom abu yang sama, yakni 500 meter, namun dengan amplitudo lebih rendah yaitu 15 mm selama 92 detik.
Saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga).