BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan Kota Bengkulu mencatat angka kumulatif kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu hingga awal 2026 mencapai 1.216 kasus.
Data tersebut menunjukkan meski terjadi penurunan kasus tahunan pada 2025, potensi penularan HIV masih menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
Berdasarkan data tiga tahun terakhir, pada 2024 tercatat 144 kasus.
Angka itu menurun pada 2025 menjadi 125 kasus. Sementara memasuki 2026, sejak Januari hingga Februari telah ditemukan 10 kasus baru, terdiri dari 7 kasus pada Januari dan 3 kasus pada Februari.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana, SE., S.Tr.Keb., M.Si., menegaskan tren fluktuatif tidak boleh membuat masyarakat lengah.
BACA JUGA:Bengkulu Dapat Alokasi Rp23 Miliar untuk Proyek Perhutanan Sosial di Dua Kabupaten
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Siapkan Pasar Murah Pekan Ketiga Ramadan, Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Lebaran
“Secara kumulatif angka kasus HIV/AIDS di Kota Bengkulu sudah mencapai 1.216 kasus. Memang pada 2025 kita melihat adanya penurunan dibanding 2024, namun kita tidak boleh lengah karena potensi penularan tetap ada, terutama pada kelompok risiko tinggi,” ujar Sri Martiana, Kamis 26 Februari 2026.
Ia menjelaskan, kasus terbanyak masih ditemukan pada kelompok Laki-laki Suka Laki-laki (LSL). Hingga September 2025, tercatat 55 kasus berasal dari kelompok tersebut.
Selain itu, kasus juga ditemukan pada populasi umum sebanyak 14 kasus, pelanggan seksual 8 kasus, penderita TBC 7 kasus, pasangan risiko tinggi 2 kasus, waria 2 kasus, wanita penjaja seks (WPS) 2 kasus, ibu hamil 1 kasus, pasangan ODHIV 1 kasus, warga binaan lapas 1 kasus, serta 1 kasus akibat penggunaan jarum suntik secara bergantian.
"Ini berdasarkan data hingga September 2025 lalu, untuk data terbaru hingga saat ini belum ada dan masih di rekap," lanjutnya.
Menurut Sri, tren pada kelompok LSL menjadi perhatian karena berpotensi tidak terdeteksi pasangan tetap dan dapat menimbulkan penularan di lingkup keluarga.
BACA JUGA:Ramadan 1447 H, Polres Mukomuko Imbau Pelajar Tak Keluar Rumah di Atas Jam 22.00 WIB
BACA JUGA:Real Madrid Segel Tiket 16 Besar Liga Champions Tanpa Kylian Mbappe
“Kami mengimbau para istri untuk lebih waspada terhadap perilaku pasangan. Banyak kasus yang terungkap setelah salah satu pasangan menjalani pemeriksaan kesehatan. Edukasi dan komunikasi dalam keluarga sangat penting,” tegasnya.