MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengingatkan seluruh pedagang takjil agar tidak mencampurkan zat berbahaya ke dalam makanan dan minuman yang dijual selama Ramadan 1447 Hijriah tahun 2026.
Imbauan ini disampaikan untuk memastikan takjil yang beredar di masyarakat aman dan layak dikonsumsi, seiring meningkatnya aktivitas jual beli menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, menegaskan keamanan pangan selama Ramadan menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Meningkatnya jumlah pedagang dan pembeli setiap sore harus diimbangi dengan tanggung jawab menjaga kualitas produk.
BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Program Pro-Rakyat Berlanjut Usai Safari Ramadan
BACA JUGA:Warga Mukomuko Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, Disperindag Sebut Distribusi Lancar
"Kami minta pedagang tidak mencampurkan bahan berbahaya dalam bentuk apa pun. Jangan gunakan pengawet yang dilarang, pewarna tekstil, atau zat kimia yang tidak diperuntukkan bagi makanan. Kesehatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan,” tegasnya, Senin 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan tim Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap sejumlah sampel takjil di Mukomuko, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya. Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan secara berkelanjutan.
"Hasil uji laboratorium memang menunjukkan tidak ada kandungan berbahaya pada sampel yang diperiksa. Ini tentu kabar baik. Namun bukan berarti pengawasan berhenti. Kami tetap melakukan pembinaan dan pemantauan agar kondisi ini terus terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bahan tambahan pangan harus sesuai ketentuan, baik dari sisi jenis maupun takaran. Zat seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow dilarang keras digunakan karena berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari iritasi hingga penyakit serius dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Siap Mengaspal di Lintasan Dunia, Inilah 10 Pembalap Muda Terpilih di Astra Honda Racing School 2026
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Bangun 4 Ruas Jalan Strategis di Bengkulu Tengah, Rp158 Miliar Digelontorkan
Selain komposisi bahan, Dinkes juga menekankan pentingnya kebersihan dan higienitas dalam proses produksi. Pedagang diminta memastikan bahan baku tidak kedaluwarsa, menggunakan air bersih, serta menjaga kebersihan peralatan dan wadah penyimpanan.
"Kepercayaan konsumen adalah modal utama pedagang. Jangan sampai demi keuntungan sesaat, masyarakat menjadi korban. Bulan Ramadhan seharusnya menjadi momentum menjaga kualitas dan kejujuran dalam berdagang," katanya
Dinkes Mukomuko akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pemantauan lapangan selama Ramadan. Pengawasan dilakukan tidak hanya dalam bentuk penindakan, tetapi juga edukasi agar pedagang memahami standar keamanan pangan.