HONDA

Jawab Kabar Pupuk Langka, PT Petrokimia Gresik Sediakan Stok 5 Kali Lipat di Bengkulu

Jawab Kabar Pupuk Langka, PT Petrokimia Gresik Sediakan Stok 5 Kali Lipat di Bengkulu

BENGKULU - PT Petrokimia Gresik perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding pupuk Indonesia menyediakan stok pupuk bersubsidi sejumlah 9.066,1 ton untuk menghadapi musim tanam kedua di tahun 2020 di Provinsi Bengkulu. Jumlah tersebut, 5 kali lipat dari ketentuan minimum pemerintah. Rinciannya pupuk ZA 1.451 ton, SP-36 1.415 ton, NPK Phonska 5.122 ton, dan Petroganik 1.077 ton.

Perwakilan Petrokimia Gresik Wilayah Bengkulu, Sukodim menyampaikan, dalam penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian No. 10 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pertanian No. 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2020. Dalam Permentan tersebut pupuk subsidi yang harus disalurkan PT Petrokimia Gresik di Provinsi Bengkulu adalah 39.120 ton.

Hingga Juli 2020 Petrokimia Gresik sudah menyalurkan 33.469,27 ton atau 85,5 persen. Rincian realisasi penyaluran per jenis pupuknya adalah pupuk ZA tersalur 3.264,3 ton dari alokasi 4.098 ton atau 79,58 persen, SP-36 tersalur 6.060,4 ton dari alokasi 6.207 ton atau 97,64 persen, NPK Phonska tersalur 22.228,05 ton dari alokasi 25.330 ton atau 87,75 persen, dan Petroganik 1.919,52 ton dari alokasi 3.485 ton atau 55,08 persen.

Dalam pendistribusian pupuk bersubsidi, PT Petrokimia Gresik berpedoman pada Permendag No.15/M-DAG/PER/4/2013 Tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Salah satu ketentuan dalam Permendag tersebut adalah produsen harus menjamin ketersediaan stok untuk kebutuhan 2 minggu ke depan.

"Namun untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan permintaan, PT Petrokimia Gresik meningkatkan ketersediaan stok pupuk bersubsidi hingga 5 kali lipat. Oleh sebab itu, jika pupuk bersubsidi dikatakan langka itu tidak tepat, namun bila terjadi kekurangan, itu mungkin, karena faktor alokasi pupuk bersubsidi tidak menjangkau seluruh kebutuhan petani," ungkap Sukodim, Jumat (7/8).

Dari kebutuhan pupuk ZA, SP-36, NPK Phonska, dan Petroganik total 180.626,15 ton di Provinsi Bengkulu, pupuk subsidi yang diberikan pemerintah untuk total 4 jenis pupuk tersebut adalah 39.120 ton. Artinya alokasi subsidi yang ada saat ini baru mencukupi 22 persen dari total kebutuhan petani di Provinsi Bengkulu.

"Selain dengan penyediaan stok pupuk subsidi 5 kali lipat, sebagai langkah antisipasi tingginya kebutuhan pupuk di Bengkulu, Petrokimia Gresik juga menyediakan pupuk komersil (non subsidi) yaitu SP-36, ZK, NPK Phonska Plus, NPK Kebomas, dan NPK Petro Ningrat," katanya.

NPK Phonska Plus memiliki kandungan unsur hara N 15 %, P 15 %, K 15%, Plus S 9% dan Zink 2.000 ppm, untuk komoditas tanaman pangan, hortukultura, dan perkebunan. NPK Kebomas formula 13-6-27+4Mg+0,65B dan 12-6-22 untuk tanaman sawit, dan NPK Petro Ningrat 12-11-20 untuk tanaman hortikultura jenis umbi-umbian, buah-buahan, tembakau, dan tanaman lain yang sensitif chlor. Penyediaan stok pupuk non subsidi ini merupakan bagian dari komitmen PT Petrokimia Gresik dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

"Di Provinsi Bengkulu kami memiliki 3 gudang penyangga dengan kapasitas 12.500 ton, 7 distributor, dan 425 kios. Kepada distributor dan kios kami mengimbau agar menyalurkan pupuk subsidi sesuai aturan yang berlaku. Berpegang teguh pada prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu. Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan kios jika menyelewengkan atau melanggar aturan dalam menyalurkan pupuk bersubsidi," pungkasnya. (zie)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: