HONDA

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Salurkan Bansos 

Tinjau Lokasi Banjir,  Bupati Salurkan Bansos 

SELUMA - Curah hujan yang tinggi membuat banjir bandang menerjang Desa Air Keruh Kecamatan Ulu Talo pada Senin (5/10) malam. Akibat bencana tersebut membuat sekitar 37 rumah rusak serta menyebabkan ratusan orang mengungsi sementara waktu. Melihat hal ini, Bupati Seluma bersama Kapolres Seluma dan Danramil Ulu Talo mengunjungi lokasi tersebut pada Selasa (6/10) pagi. Selain melakukan peninjauan, rombongan juga menyalurkan bantuan sosial terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam itu. Masyarakat juga diminta tetap waspada akan banjir susulan lantaran hingga saat ini curah hujan masih tinggi. Bupati beserta rombongan juga meninjau lokasi desa lainnya yang terdampak banjir. Bupati Seluma, H Bundra Jaya, SH, MH dalam kesempatan tersebut menghimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada akan datangnya banjir susulan mengingat cuaca ekstrem saat ini. Dimana dinas terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial sudah menyalurkan logistik bagi warga yang terdampak banjir. Termasuk juga mendirikan tenda darurat serta dapur umum sebagai bentuk tanggap darurat akan terjadinya bencana alam. “Kita minta masyarakat untuk tetap waspada, anak-anak dan lansia lebih baik diungsikan dulu sementara waktu,” sampai Bupati. Terkait fasilitas yang terdampak banjir, perangkat desa serta instansi terkait harus melakukan pendataan. Termasuk laporan sedetail mungkin akan kerusakan yang terjadi. Ini agar ke depannya bisa dilakukan perbaikan. Dimana banjir bandang tersebut juga mengakibatkan dua jembatan gantung yang menghubungkan Desa Air Keruh ke beberapa desa tetangga putus. Selain jembatan, banjir tersebut juga merendam beberapa bangunan fasilitas umum, seperti kantor desa dan PAUD. “Silahkan didata dan akan kita usahakan melalui anggaran, nanti akan diusulkan kepemerintah pusat,”jelasnya. Sementara itu, Kades Air Keruh Midi Harjo mengatakan bahwa dampak banjir bandang pada itu telah merendam 37 unit rumah dimana beberapa unit hanyut tersapu banjir. banjir bandang ini disebabkan meluapnya aliran sungai Air Keruh setelah diguyur hujan deras sejak Senin malam. Luapan sungai itu menyebabkan ketinggian air di kawasan pemukiman warga mencapai satu hingga 1,5 meter. Adapun rumah-rumah yang hanyut terseret arus itu merupakan bangunan semi permanen dan kebanyakan rumah itu berada di pinggir sungai. Selain itu juga beberapa fasilitas umum seperti jembatan putus dan lainnya juga terdampak banjir. “Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun bencana banjir ini adalah yang terbesar, setidaknya ada 37 rumah yang terdampak,” sampainya. Diketahui, banjir tak hanya terjadi di desa tersebut namun beberapa desa lainnya yang ada di Kecamatan Talo, Ilir Talo, Semidang Alas Maras, Seluma Selatan dan lainnya. Musibah banjir yang terjadi ini diakibatkan sungai yang meluap akibat curah hujan yang terjadi sangat tinggi sejak beberapa hari terakhir dan puncaknya pada Senin malam itu.(cup/prw)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: