HONDA

Dana Bos Madrasah Naik Rp 100 Ribu, Ditransfer Langsung ke Madrasah

Dana Bos Madrasah Naik Rp 100 Ribu, Ditransfer Langsung ke Madrasah

 

BENGKULU - Kementerian Agama (Kemenag) mulai mencairkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah sejak (31/3). Pencairan dana BOS madrasah swasta tahun ini tidak melalui Kantor Kemenag kabupaten, kota, atau provinsi namun langsung ditransfer dari Kemenag RI ke madrasah.

Begitupun sistem pelaporan tidak lagi dilaksanakan secara manual, karena sudah menggunakan aplikasi digital. “Alhamdulillah pencairan dana BOS tahap 1 sudah. Kita juga sangat terbantu sekali dengan adanya dana BOS ini, dan semua madrasah dapat dana BOS namun besaran nominal nya bervariasi,” kata Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Lapulangi.

Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu juga sudah mensosialisasikan ke kabupaten/kota bahwasanya ada penambahan besaran BOS dari tahun lalu, yaitu bertambah Rp 100 ribu per siswa pada tingkatan masing-masing. Sementara persyaratan untuk pengajuan dana BOS yakni, di verifikasi oleh kanwil dengan pengajuan melalui aplikasi.

Lalu, syarat pencantuman pencairan madrasah, surat tugas kepala dan bendahara, kwitansi penerimaan dana BOS, rencana kerja anggaran, surat perjanjian kerja sama BOS yang sudah ditandatangani materai, surat permohonan.

“Untuk pencairan kita sudah atur dan nominal nya bervariasi. Untuk MA 1,5 juta per siswa per tahun, MTS Rp 1,1 juta per tahun, sedangkan MI Rp 800 ribu per tahun. Kalau dana BOS untuk negeri mereka cair per bulan. Sedangkan swasta ada 2 tahap, 1 tahap sudah cair,” jelas Lapulangi.

Ditambahkannya, BOP juga sudah cair. Untuk Raudhatul Atfal (RA) sebesar Rp 600 ribu, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Rp 900 ribu, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Rp 1,1 juta, Madrasah Aliyah (MA) Rp 1,5 juta. Semuanya naik Rp 100 ribu. Sedangkan RA naik Rp 200 ribu.

Dengan total anggaran MA Rp 5,1 miliar untuk 40 madrasah, MTS Rp 7,9 miliar untuk 56 madrasah, MI Rp 9,8 miliar untuk 94 madrasah. "Realisasi pencairan tahap 1 ini sudah mencapai 80 persen.  (cw1)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: