HONDA

Dirikan Posko Siaga Bencana Setiap Kecamatan, 4 Rawan Banjir

Dirikan Posko Siaga Bencana Setiap Kecamatan, 4 Rawan Banjir

BENGKULU TENGAH - Hasil rakor Polres Bengkulu Tengah (Benteng), Basarnas Bengkulu dan Pemkab Benteng akan didirikan 11 posko siaga bencana setiap kecamatan. Di antara 11 posko itu 4  merupakan daerah rawan banjir. Ini menindaklanjuti musibah banjir dan tanah longsor yang sering terjadi di wilayah Benteng.

Waka Polres Benteng, Kompol. Januri Sutirto, SH mengatakan rakor ini digelar untuk mencegah, mengantisipasi dan menanggulangi potensi terjadinya bencana alam yang berada di Kabupaten Benteng. Sebab kabupaten ini merupakan daerah rawan bencana, baik itu banjir hingga longsor.

"Berdasarkan laporan dari BMKG, bulan Oktober ini hingga April 2022 akan terjadi curah hujan dengan intensitas cukup tinggi di Benteng. Selain itu, beberapa hari lalu ada 11 desa yang mengalami banjir. Sedikitnya ada 700 rumah yang terendam," katanya.

Melalui rakor ini, tambah Januri, pihaknya mengajak stake holder terkait untuk mencari solusi permasalahan ini. Dalam rakor disepakati akan mendirikan posko bencana di 11 kecamatan. Dengan adanya posko ini diharapkan bisa secepat mungkin membantu jika terjadi bencana alam.

"Kemudian kita juga sudah mencatat wilayah-wilayah yang masuk dalam daerah rawan bencana banjir dan longsor. Khusus empat lokasi akan kita dirikan posko dinamis atau posko lapangan," jelasnya.

Empat posko ini, lanjutnya, didirikan di wilayah Desa Taba Terunjam, Desa Jayakarta, Pulau Pangung, dan Pondok Kelapa. Sedangkan di wilayah Taba Penanjung atau Liku Sembilan disiagakan posko karena daerah ini rawan longsor dan pohon tumbang.

Januri menerangkan di setiap posko akan ditempatkan petugas dari setiap stake holder yang terlibat, seperti anggota Polres Benteng, Basarnas dan ASN dan PTT dari OPD Pemkab Benteng yang terlibat dalam penanganan bencana. Selanjutnya nanti Satgas Bencana Benteng akan dibentuk dan langsung di SK-kan oleh Bupati Benteng.

"Dalam SK ini nanti akan ditetapkan OPD mana saja yang akan ditetapkan dalam tugas penanganan dan pencegahan bencana alam. Kita memang tidak berharap adanya bencana alam, namun dengan sudah terbentuknya tim satgas bencana dan posko di setiap kecamatan, kita sudah siap menghadapinya," terangnya.

Selain itu, berdasarkan saran dari Basarnas, Benteng perlu membentuk masyarakat yang tangguh bencana. Sehingga apabila ada bencana masyarakat tidak menunggu bantuan dari pemerintah, dan bisa sesegera mungkin mengantisipasi dan mengevakuasi secara mandiri.

"Selama ini memang masyarakat kita sudah menjadi masyarakat yang tangguh bencana, akan tetapi kita berharap kepada masyarakat yang lain juga bisa melakukan hal tersebut. Sehingga lebih siapa apabila bencana alam terjadi," harapnya.(jee)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: