HONDA

Sosialisasi Tambang BB Dibubarkan Warga

Sosialisasi Tambang BB Dibubarkan Warga

Pengunjuk rasa memasuki ruangan kegiatan sosialisasi tambang batu bara. Mereka meminta kegiatan tersebut dihentikan. Foto: IST/RBOnline

ARGA MAKMUR, rakyatbengkulu.com – Warga Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), membubarkan kegiatan sosialisasi rencana pertambangan Batu Bara (BB) di kecamatan setempat.

Sosialisasi, Sabtu (20/11)  berlangsung di kantor Camat MSS dan dihadiri oleh manajemen PT Inmas Abadi yang tengah mengajukan izin untuk aktivitas tambang BB. BACA JUGA: Selamatkan Bentang Seblat, Tolak Tambang Batu Bara PT Inmas Abadi

PT. Inmas Abadi, melakukan sosialisasi meskipun keberadaan tambang tersebut banjir penolakan dari masyarakat.

Ini lantaran kawasan tambang, diduga masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sebelat yang merupakan Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebelat.

Data terhimpun RB, puluhan warga datang ke lokasi sosialisasi di Kantor Camat MSS.

Warga yang didominasi pemuda ini, menggunakan alat pengeras suara masuk ke dalam lokasi sosialisasi dan meminta sosialisasi dihentikan.

Warga juga membawa tulisan, yang intinya menolak adanya aktivitas penambangan BB di lokasi tersebut.

Mereka meminta seluruh pengunjung sosialisasi untuk membubarkan diri.

Mereka menegaskan akan menolak aktivitas tambang, yang mengancam kelangsungan PLG, TWA bahkan permukiman masyarakat.

Koordinator Masyarakat Pekal yang menolak aktivitas tambang BB, Ibnu Majah menegaskan jika keputusan masyarakat menolak sudah final.

Hal ini terkait dengan kelangsungan TWA, PLG bahkan permukiman masyarakat.

“Jelas kita mempertimbangkan dampak negatif lebih besar yang akan dirasakan seluruh warga dibandingkan dampak positif yang mungkin hanya segelintir orang menikmatinya. Makanya kami menolak tambang dan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya. BACA JUGA: Pelamar Lelang Jabatan Eselon II, Wajib Bawa Bukti LHKPN dan Pajak

Tidak hanya itu, dalam peta lokasi aktivitas pertambangan yang diterima masyarakat.

Pemukiman Warga

Lahan pertambangan, juga sudah mencakup pemukiman masyarakat.

Sedangkan dalam sosialisasi, masyarakat sama sekali tidak diundang.

“ Ba g a i m a n a  mu n g k i n masyarakat yang sudah tinggal puluhan tahun justru terusir oleh karena adanya aktivitas tambang. Makanya masyarakat kompak untuk menolak,” sampainya.

Sekcam MSS, Afran Kurniawan menuturkan bahwa acara tidak berlangsung sampai tuntas.

Setelah warga datang dan membubarkan sosialisasi.

“Acaranya sempat dibuka. Kami tidak bisa mengatakan seluruh warga menolak atau mendukung. Namun memang warga yang datang kemarin menolak dan meminta acara dibubarkan. Maka kami hentikan,” katanya.

Dalam pertemuan, memang tidak ada masyarakat yang bersinggungan langsung dengan perusahaan yang diundang.

Pasalnya, versi konsultan ada beberapa tahap sosialisasi.

Kemarin, lanjutnya merupakan sosialisasi pertama dengan perangkat kecamatan dan desa. BACA JUGA: Selama Libur Nataru Kegiatan Masyarakat Dibatasi

“Versi konsultan akan ada sosialisasi dengan seluruh masyarakat nantinya. Namun memang kita hentikan acara dan pihak konsultan pulang ke dan dilanjutkan warga membubarkan diri. Tidak ada kekerasan atau semacamnya yang terjadi,” pungkas Afran. (qia)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: