HONDA

Belanja Bansos Serapan Tertinggi

Belanja Bansos Serapan Tertinggi

BENGKULU, rakyatbengkulu.com - Belanja bantuan sosial (Bansos) tahun 2021 memiliki serapan angggaran tertinggi. Dari pagu Rp 9,54 miliar, realisiasinya mencapai Rp 9,49 miliar atau 99,57 persen. Atau hanya tersisa sekitar 0,43 persen saja.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bengkulu Ady Wijaya JB mengatakan cakupan kerja KPPN Bengkulu melingkupi pemerintah provinsi, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah.

Catatan realisasi belanja di wilayah kerjanya per 31 Desember mencapai Rp 3.358.484.435.371 atau terealisasi sebesar 90,13 persen. Terdiri dari belanja pegawai, belanja barang, belanja modal dan belanja bansos.

Dari data terungkap juga belanja pegawai pagunya Rp 1,28 miliar dan realisasi Rp 1,26 miliar atau 98,53 persen. Belanja Barang pagunya Rp 1,43 miliar realisasi Rp 1,23 miliar atau 85,97 persen. “Belanja modal pagu Rp 991,58 miliar dan realisasi sebesar Rp 844,52 miliar atau 85,17 persen,” katanya.

Diketahui belanja modal adalah pengeluaran modal atau belanja modal adalah alokasi uang yang direncanakan untuk memperoleh aset tetap yang memiliki masa manfaat ekonomi lebih dari satu periode akuntansi seperti properti, pabrik, dan peralatan, tanah, gedung yang akan menjadi aset perusahaan.

Sedangkan belanja barang adalah untuk masyarakat atau entitas lain merupakan pengeluaran anggaran belanja negara untuk pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan kepada masyarakat atau entitas lain yang tujuan kegiatannya tidak termasuk dalam kriteria kegiatan bantuan sosial.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bengkulu, Syarwan menyampaikan sampai akhir triwulan keempat kemarin, untuk penyaluran dana desa terbilang berhasil tinggi.

Pasalnya, rata rata per kabupaten nilai capaian dari realisasi tahap pertama hingga ketiga telah menyentuh angka 99 persen.

Mengingat tahun 2021 pagu yang dialokasikan untuk dana desa se Provinsi Bengkulu mencapai Rp 1.805.020.660.000, dan telah terserap sebanyak Rp 1082,8 miliar.

“Capaian ini termasuk tinggi. Keseluruhan telah mencapai 99,8 persen. Ya masih ada beberapa desa itu terkendala pencarian, dikarenakan persoalan internal,” jelasnya.

Penyaluran dana desa di Bengkulu Selatan Rp 111 miliar yang tersalur. Jadi untuk penyaluran dana desa secara keseluruhan di Kabupaten Bengkulu Selatan mencapai Rp 111 miliar atau 99,9 persen. Sedangkan di Kabupaten Bengkulu Utara, telah mencapai 99,9 persen atau Rp 170,8 miliar untuk 215 desa.

Dan untuk Pemda Kabupaten Kaur, untuk realisasi dana dari penyaluran dana desa tahap pertama hingga kini telah mencapai 100 persen atau Rp 147 miliar. Kabupaten Rejang Lebong penyalur dana desa mencapai Rp 112,4 miliar atau 99,4 persen untuk 122 desa.

Kabupaten Seluma dengan 182 desa terealisasi 99,8 persen atau Rp 140,8 miliar untuk realisasi DD. Kabupaten Mukomuko juga baru 99 persen atau Rp 123 miliar dengan 148 desa. Kemudian, Kabupaten Lebong memiliki alokasi 52 desa dengan realisasi Rp 79,7 miliar untuk pencairan tahap III ini.

Untuk diketahui bahwa Pagu DD untuk Provinsi Bengkulu saat ini mencapai Rp 1,8 triliun.

Dengan pagu terbesar ada di Bengkulu Utara yakni Rp 170 miliar, disusul Kaur Rp 147 miliar, Seluma Rp 141 miliar, Mukomuko Rp 123 miliar, Rejang Lebong, 113 miliar, Bengkulu Tengah Rp 112 miliar, Bengkulu Selatan Rp 110 miliar, Kepahiang Rp 86 miliar dan Lebong Rp 79 miliar.

“Kedepannya, pengalaman serapan di 2021 jadi bimbingan. Agar di 2022 jumlah realisasinya lebih baik,” pesannya.

Pencairan untuk DD, lanjutnya, jangan sampai terhambat. Untuk itu, diharapkan dana desa ini bisa dimanfaatkan untuk membantu masyarakat setempat.Apalagi, jika melihat kondisi sekarang masih dalam pandemi. (iks/war)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: