HONDA

Harga TBS Sawit Belum Stabil

Harga TBS Sawit Belum Stabil

 

KAUR, rakyatbengkulu.com – Setelah tutup selama 10 hari, dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Kabupaten Kaur kembali beroperasi dan membeli Tandan Buah Segar (TBS) sawit mulai hari ini. Namun harga TBS sawit diprediksi belum terlalu tinggi.

Untuk PKS PT. Ciptamas Bumi Selaras (CBS) membeli TBS sawit dengan harga Rp 1.530 per kilogram. Sedangkan PT. Anugerah Pelangi Sukses (APLS) belum bisa memberikan keterangan terkait harga.

Manager Area PT. CBS Joni Zulpian, ST melalui Asisten Pembeli Buah, Yuliman membenarkan, harga TBS sawit di PT. CBS sebesar Rp 1.530 per kg dari sebelumnya hanya sebesar Rp 750 per kg. BACA JUGA: Cek Harga TBS Sawit di Seluma

Untuk hari Senin (9/5), PT. CBS yang berada di Desa Ulak Pandan, Kecamatan Nasal kemungkinan hanya dapat menampung pembelian berkisar 120 ton.

“Untuk harga TBS sawit bakal naik lagi atau tidak belum tahu. Kemungkinan harga bisa kembali normal, tembus di atas Rp 3.000 per kg. Tetapi tidak menutup kemungkinan juga turun lebih murah dari harga beli saat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PT. APLS, Roni Tobing mengaku belum bisa memastikan berapa harga TBS sawit yang akan dibeli pabrik tersebut. BACA JUGA: Di Bengkulu Utara, TBS Sawit juga Rendah

“Senin kita buka. Terkait harga kami belum bisa jelaskan berapa harga yang kita akan berikan kepada toke. Jadi tunggu Senin saja untuk pastinya,” ujarnya.

Terpisah, Anwar penampung buah sawit di Desa Bakal Makmur, Kecamatan Maje mengatakan ia kembali menerima TBS sawit dari petani setelah libur hari raya Idul Fitri.

Untuk harga beli sebesar Rp 1.000 per kg. Ia mengaku untuk harga beli ke petani belum berani untuk menaikkannya. BACA JUGA: Awas, Hujan Disertai Petir Akan Terpa Bengkulu

Sebabkan harga di tingkat PKS belum normal. Jika harga TBS sawit kembali normal pastinya akan menerima TBS sawit dari petani dengan harga lebih tinggi lagi.

“Harga di PKS masih rendah, kami berani ambil dari petani Rp 1.000/kg. Kalau lebih dari itu kami belum sanggup,” ungkapnya.(pir)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: