HONDA

Diapit Malaysia, Kenapa Natuna Justru Jadi Milik Indonesia?

Diapit Malaysia, Kenapa Natuna Justru Jadi Milik Indonesia?

Diapit Malaysia, Kenapa Natuna Justru Jadi Milik Indonesia? --

Wilayah yang masuk dalam sembilan garis putus-putus  (nine dash line) yaitu melingkupi Kepulauan Paracel yang juga sama-sama diklaim Vietnam serta Taiwan, hingga laut di Kepulauan Spatly dimana China bersengketa dengan Filipina, Malaysia, Vietnam, serta Brunai Darussalam. 

BACA JUGA:Monemvasia, Kota Bersejarah yang Tersembunyi di Lepas Pantai Yunani, Dihubungkan Jalan Lintas Pendek

Panjangnya sembilan garis putus-putus  (nine dash line) China atas klaim hampir seluruh Laut China Selatan, sehingga membuat negara tersebut bersengketa secara tumpang tindih dengan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) negara-negara tetangga Indonesia. 

Klaim sembilan garis putus- putus (nine dash line)  Tiongkok berdampak hilangnya perairan Indonesia seluas lebih kurang 83.000 kilometer persegi dari luas laut Indonesia di Natuna.

Dimana luas laut negara-negara lain, seperti Filipina serta Malaysia, berkurang 80 %, Vietnam 50 % serta  Brunei 90 %. 

Selain menggunakan dasar sembilan garis putus- putus (nine dash line), China juga mengklaim perairan Natuna sebagai daerah penangkapan ikan nelayan tradisional China. 

BACA JUGA:Pose Patung Kuda Menentukan Cerita Dibalik Sejarah Penunggangnya

China dengan peta resminya yakni batas garis laut teritorial (haijiang xian nei), tidak mengakui Zona Ekonomi Ekslusif  (ZEE) yang  telah disepakati oleh PBB lewat UNLOS. 

Sembilan garis putus- putus  (nine dash line) yang tergambar dalam batas garis laut teritorial, dibuat sejak pemerintahan nasionalis China pimpinan Chiang Kai Shek. Dimana China telah menciptakan garis demarkasi yang mereka sebut sebagai “eleven dash line”. 

BACA JUGA:Jadi Doodle Google, Ini Sejarah Kapal Pinisi Indonesia

Berdasarkan klaim tersebut, China menguasai mayoritas Laut China Selatan termasuk Kepulauan Pratas. Setelah itu wilayah Macclesfield Bank dan Kepulauan Spratly serta Paracel yang didapat China dari Jepang pasca Perang Dunia II. 

Dimana klaim tersebut tetap dipertahankan pada saat Partai Komunis menjadi penguasa di China di 1949. 

Namun demikian, pada 1953, pemerintah China mengeluarkan wilayah Teluk Tonkin dari peta “eleven-dash line” buatan Kuomintang. 

BACA JUGA:Pernah Dianggap Sebagai Alat Propaganda, Ini Sejarah Santa Claus yang Jadi Ikon Natal

Dimana Pemerintah Komunis menyederhanakan peta tersebut dengan mengubahnya menjadi sembilan garis putus- putus  (nine dash line),  yang pada saat ini digunakan sebagai dasar historis untuk mengklaim hampir semua wilayah perairan Laut China Selatan.(**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: