HONDA

Ternyata Tradisi Saling Memaafkan Jelang Ramadhan Terutama Kepada Orang Tua, Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah

Ternyata Tradisi Saling Memaafkan Jelang Ramadhan Terutama Kepada Orang Tua, Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah

Tradisi Saling Memaafkan Jelang Ramadhan Terutama Kepada Orang Tua--Instagram/cendana.archives

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Ramadhan tinggal menghitung hari, tradisi yang biasa dilakukan adalah saling memaafkan jelang Ramadhan terutama kepada orang tua.

Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan pengampuan sebagai umat Islam baiknya melakukan silahturahmi dan saling memaafkan antar sesama sehingga ketika memasuki bulan suci hatipun bersih.

Sehingga tidak ada lagi kedengkian, iri atau dosa lainnya sehingga menyambut Ramadhan dengan hati bersih tanpa dosa kepada orang lain. Terutama sekali kepada orang tua kita.

Apakah tradisi saling memaafkan ada jaman Rasulullah SAW? Dikutip dari rumahzakat.org, Peneliti di Rumah Fiqih Ustadz Ahmad Zarkasih menjelaskan merujuk hadits Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA:Waktu yang Tepat, Niat dan Manfaat Mandi Puasa Ramadhan

Diwaktu Rasulullah SAW sedang berkhutbah Jumat, beliau mengatakan ‘Aamiin’ sebanyak tiga kali. Para sahabat yang mendengarnya spontan saja mengatakan ‘Aamiin’ pula hingga terheran-heran.

Walaupun dengan penuh kebingungan kenapa Rasulullah SAW mengucapkan ‘Aamiin’ tersebut. Ketika selesai sholat Jumat para sahabat bertanya kepada Rasulullah.

“Ketika aku sedang berkhutbah, Jibril datang dan berbisik, hai Rasulullah, amin-kan doaku ini", ujarnya.

Diteruskan oleh Rasulullah SAW Doa yang dipanjatkan Jibril yakni: 

BACA JUGA:Jelang Ramadhan 2024 Pemerintah Provinsi Bengkulu Pastikan Stok BBM Aman Terkendali

“Ya Allah tolong abaikan puasa umat Muhammad apabila sebelum memasuki Ramadhan dia tidak yaitu memohon maaf terlebih dulu pada kedua orang tudanya (jika masih hidup), bermaafan antara suami istri, dan bermaafan dengan orang-orang sekitarnya.”

Namun, saling meminta maaf bukan hanya dilakukan menjelang Ramadhan saja karena ibadah tersebut tidak memiliki batasan waktu sehingga bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Tercermin dalam surat Ali Imran ayat 134 yang berbunyi, "(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan".

Pada dasarnya hal ini bukanlah ibadah yang dikhususkan pada bulan ramadhan saja namun dapat dilakukan karena wajib dilakukan oleh umat muslim terlepas dari bulan Ramadhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: