HONDA

Makna, Sejarah dan Awal Mula Tradisi Halal Bi Halal

Makna, Sejarah dan Awal Mula Tradisi Halal Bi Halal

Ternyata ini Makna dan Sejarah Awal Mula Halal bi halal--Facebook.com/PemkotMataram

BACA JUGA:Asal Mula Kue Kering Putri Salju yang Identik dengan Sajian Khas Lebaran

Menurut KBBI, Halal bi halal berarti hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan yang biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium, aula, dan lainnya) oleh sekelompok orang.

Tradisi Halal bi halal ini juga diartikan sebagai bentuk silaturahmi.

Terdapat sejumlah versi asal usul istilah Halal bi halal yaitu:

- Versi pertama sejarah Halal bi halal 

Adapun Istilah Halal bi halal ini berasal dari kata alal behalal dan halal behalal. 

BACA JUGA:Asal Mula Nama Planet dan Maknanya, Venus Lambang Kecantikan, Mars Identik dengan Peperangan

Dimana kata ini masuk dalam kamus Jawa-Belanda karya Dr. Th. Pigeaud tahun 1938.

Pada kamus ini alal behalal memiliki arti dengan salam (datang, pergi) untuk memohon maaf atas kesalahan kepada orang lebih tua atau orang lainnya setelah puasa.

Istilah Halal bi halal ini berawal dari pedagang martabak asal India di Taman Sriwedari Solo.

Pada sekitar tahun 1935 - 1936, dimana pada saat itu martabak tergolong makanan baru untuk masyarakat Indonesia.

BACA JUGA:Asal Mula Istilah Kawe, Sebutan Kopi di Bengkulu Bagian Selatan dan Sebagian Sumatera Selatan

Dimana pedagang martabak ini dibantu dengan pembantu pribuminya yang selanjutnya mempromosikan dagangannya dengan kata-kata martabak Malabar, halal bin halal, halal bi halal.

Oleh karena itu sejak saat itu, istilah halal behalal mulai populer di masyarakat Solo.

Selanjutnya masyarakat memakai istilah halal bi halal ini untuk sebutan seperti pergi ke Sriwedari pada hari lebaran. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: