Anti Mainstream! 3 Serangga Populer di Indonesia yang Kaya Gizi dan Sering Dikonsumsi

Anti Mainstream! 3 Serangga Populer di Indonesia yang Kaya Gizi dan Sering Dikonsumsi--Instagram/ilmugiziku
RAKYATBENGKULU.COM - Di Indonesia, serangga telah menjadi bagian dari konsumsi makanan tradisional yang kaya akan nilai gizi ini makanan anti mainstream berbeda dengan lainnya.
Meskipun bagi sebagian orang makan serangga mungkin terdengar asing, namun bagi masyarakat di beberapa daerah, serangga merupakan sumber protein yang lezat dan bergizi.
Tiga jenis serangga yang paling sering dikonsumsi di Indonesia adalah belalang, ulat sagu, dan jangkrik.
Mari kita bahas lebih dalam mengenai kandungan gizi mereka dan apakah serangga ini bisa menggantikan sumber protein lainnya.
1. Belalang
Belalang, atau yang sering disebut dengan "grasshopper", adalah salah satu serangga yang banyak ditemukan di berbagai daerah Indonesia, terutama di pedesaan.
BACA JUGA:Jangan Menantang! 4 Shio Ini Paling Susah Dikalahkan dalam Debat
BACA JUGA:Hal yang Dilakukan Orang Tua agar Anak Remaja Terbuka, Ayo Terapkan!
Serangga ini kaya akan protein, dengan kandungan protein mencapai 77,6 gram per 100 gram belalang yang telah dimasak. Selain itu, belalang juga mengandung lemak sehat, vitamin B12, serta mineral seperti zat besi dan magnesium.
Dengan kandungan proteinnya yang tinggi, belalang dapat menjadi alternatif pengganti daging atau ikan sebagai sumber protein hewani.
2. Ulat Sagu
Ulat sagu, yang sering ditemukan di daerah Papua dan Maluku, merupakan sumber protein hewani yang kaya akan gizi. Ulat ini memiliki tekstur lembut dan rasa yang gurih ketika dimasak.
Kandungan proteinnya sangat tinggi, sekitar 28-40 gram per 100 gram ulat sagu, tergantung pada jenis dan cara pengolahannya. Selain protein, ulat sagu juga mengandung lemak sehat, terutama lemak tak jenuh yang dapat membantu menjaga keseimbangan kolesterol dalam tubuh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: