Oposisi Myanmar Umumkan Gencatan Senjata Demi Penyelamatan Korban Gempa

Suasana gempa di Myanmar pada Jumat 28 Maret 2025 kemarin--Instagram/masjidnurulashri
RAKYATBENGKULU.COM - Kelompok oposisi Myanmar yang tergabung dalam Pemerintahan Persatuan Nasional (NUG) mengumumkan gencatan senjata menyusul gempa dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang negara tersebut pada Jumat (28/3).
Keputusan ini diambil untuk memungkinkan operasi penyelamatan bagi para korban gempa yang terdampak.
Gencatan senjata tersebut mulai berlaku pada 30 Maret dan akan berlangsung selama dua pekan guna memberikan akses aman bagi tim penyelamat.
Menurut laporan media Myanmar Now pada Ahad (30/3) dilansir website AntaraNews.com, NUG yang dibentuk oleh anggota legislatif yang tersingkir akibat kudeta militer pada Februari 2021, akan mengerahkan personel Gerakan Pembangkangan Sipil untuk membantu operasi penyelamatan di daerah-daerah yang masih berada di bawah kendali junta militer.
BACA JUGA:Evaluasi Selesai, KPU Bengkulu Selatan Bakal Lantik Anggota Badan Ad Hoc PSU di Hari Kedua Lebaran
BACA JUGA:Bupati Mukomuko Gelar Open House, Pererat Silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri 1446 H
Gerakan sipil ini terdiri dari pegawai negeri dan profesional pro-demokrasi yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam perlawanan terhadap rezim militer Myanmar.
Namun, NUG menegaskan bahwa pengiriman personel ini memiliki syarat.
"Pihak militer harus memastikan keselamatan personel tersebut dan tidak melakukan penahanan," tegas NUG dalam pernyataannya dikutip AntaraNews.com.
Hingga kini, junta Myanmar belum memberikan tanggapan terkait seruan dari NUG tersebut.
BACA JUGA:Lomba Panjat Pinang hingga Balap Karung, Kemeriahan Idul Fitri di Mukomuko
BACA JUGA:Bupati Bengkulu Selatan Ucapkan Selamat Idul Fitri, Ajak Warga Menuju Perubahan Positif
Gempa bumi dahsyat ini telah menyebabkan sedikitnya 1.700 orang tewas dan 3.408 lainnya mengalami luka-luka, menurut laporan media setempat.
Otoritas setempat juga memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa dapat terus meningkat, mengingat masih banyak korban yang dinyatakan hilang di berbagai wilayah terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: