HONDA

Cegah Banjir Parah, Pemkot Bengkulu Gelontorkan Rp1,3 Miliar Bangun Jembatan Baru di Pekan Sabtu!

Cegah Banjir Parah, Pemkot Bengkulu Gelontorkan Rp1,3 Miliar Bangun Jembatan Baru di Pekan Sabtu!

Cegah Banjir Parah, Pemkot Bengkulu Gelontorkan Rp1,3 Miliar Bangun Jembatan Baru di Pekan Sabtu!--antaranews.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memperkuat infrastruktur untuk menekan risiko banjir. 

Salah satunya, dengan membangun jembatan baru di Kelurahan Pekan Sabtu yang dianggarkan senilai Rp1,3 miliar.

Pembangunan ini menjadi respons langsung atas keluhan warga yang kerap terdampak banjir setiap kali hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

BACA JUGA:Hingga Juli 2025, Lebih dari 24 Ribu UMKM Bengkulu Nikmati KUR Rp1,8 Triliun! Ini Daerah Penyaluran Tertinggi

BACA JUGA:Mirip Maldives! Danau Bak Blau di Enggano Siap Jadi Primadona Wisata Bengkulu

“Kami dengar langsung keluhan masyarakat. Banjir ini akibat gorong-gorong yang terlalu sempit, jadi kami bangun jembatan yang benar-benar layak agar air bisa mengalir lancar saat hujan turun,” ujar Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Sabtu (12/7), dilansir antaranews.com.

Jembatan Lama Picu Banjir, Warga Diharap Bersabar

Menurut Dedy, jembatan yang ada sebelumnya terlalu rendah dan sempit, menyebabkan air meluap dan menggenangi pemukiman warga di sekitar lokasi.

BACA JUGA:Kapolres Mukomuko: Jangan Takut, Laporkan Pemerasan oleh Oknum Berkedok LSM!

BACA JUGA:200 Siswa SMA di Bengkulu Belum Tertampung, Dikbud Janji Tak Ada yang Tertinggal

“Pembangunannya memang butuh waktu karena pengerjaannya cukup berat. Tapi ini demi solusi jangka panjang, bukan perbaikan seadanya,” tambahnya.

Rp2,9 Triliun untuk Program Pengendalian Banjir

Selain proyek jembatan, penanganan banjir juga dilakukan melalui proyek besar Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, yang mengalokasikan dana hingga Rp2,9 triliun untuk program pengendalian banjir di Kota Bengkulu.

Kepala BWSS VII Medya Ramadhan menjelaskan, dana awal sebesar Rp100 miliar telah digelontorkan untuk tahap pertama dan ditargetkan rampung pada akhir 2025.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: