MUI Kota Bengkulu Gelar Musda dan Mudzakarah XI, Bahas Peran Zakat untuk Pembangunan Berkelanjutan
MUI Kota Bengkulu Gelar Musda dan Mudzakarah XI, Bahas Peran Zakat untuk Pembangunan Berkelanjutan--Riko/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Musyawarah Daerah dan Mudzakarah XI Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu tahun 2025 berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan yang digelar di Aula hotel vista, pada Rabu 15 Oktober 2025.
Musda dan Mudzakarah ini dihadiri para ulama, tokoh agama, pimpinan ormas Islam, serta perwakilan pemerintah daerah.
Dengan mengangkat tema “Peran Zakat dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan”, Musda dan Mudzakarah kali ini menegaskan komitmen MUI Kota Bengkulu dalam menjawab tantangan zaman, khususnya dalam mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Dapat Apresiasi Tinggi, 87 Persen Masyarakat Puas dengan Layanan Polisi
BACA JUGA:Lolos ke Piala Dunia! Qatar Sukses Tumbangkan UEA 2-1 Lewat Duel Dramatis di Al Rayyan
Ketua Umum MUI Kota Bengkulu, Drs. H. Zul Efendi, M.Pd.I dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musda dan Mudzakarah ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarulama dan pemerintah daerah dalam membina kehidupan beragama yang damai dan berkeadaban.
“Kita ingin MUI Kota Bengkulu tidak hanya menjadi lembaga pemberi fatwa, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjaga akidah, memperkuat ukhuwah, serta mendorong kemajuan umat di era modern,” ungkap H. Zul Efendi.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd mengapresiasi langkah MUI Kota Bengkulu yang terus aktif menyelenggarakan kegiatan ilmiah dan musyawarah rutin.
Ia menilai hal ini merupakan bentuk komitmen nyata dalam menjaga marwah ulama sebagai penuntun umat.
BACA JUGA:Tuchel Bawa Inggris Jadi Tim Eropa Pertama Lolos ke Piala Dunia 2026 Setelah Hancurkan Latvia 5-0
BACA JUGA:Baznas Bengkulu Tengah Galakkan Infak ASN Lewat Kotak Amal di Setiap OPD
“Mudzakarah seperti ini adalah wadah yang sangat penting untuk melahirkan pemikiran keislaman yang relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan prinsip wasathiyah (moderasi). MUI harus hadir dengan solusi dan keteladanan,” kata Prof. Dr. KH. Zulkarnain.
Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, SE., MM,. yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran MUI atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga keharmonisan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

