HONDA

Vaksin Covid Semakin Tak Diminati

Vaksin Covid Semakin Tak Diminati

 

TUBEI, rakyatbengkulu.com - Berbeda dengan tahap I, program vaksinasi Covid-19 tahap II dan tahap III semakin kurang diminati. Bisa jadi karena jumlah kasus yang belakangan terus menurun. ''Kami tidak tahu persis alasannya, tetapi partisipasi masyarakat untuk vaksin Covid-19 terus menurun,'' ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebong, Rachman, SKM, M.Si.

Untuk vaksin tahap III jenis booster, versi Rachman, sejauh ini baru diikuti 5.910 jiwa. Itu artinya capaian baru 7,13 persen dari target. Sedangkan vaksin tahap II diikuti 59.521 jiwa atau 71,86 persen dari target.

''Kalau vaksin tahap pertama capaiannya hingga 90,50 persen karena diikuti 74.980 jiwa,'' terang Rachman. BACA JUGA: Sudah Vaksin Covid 19, Ortu Khawatir Imunisasi Anak

Dengan capaian yang masih minim, diharapnya 12 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada di Lebong semakin maksimal menyosialisasikan gerakan vaksinasi Covid-19. Termasuk peran camat, lurah dan kepala desa juga harus terus ditingkatkan. ''Kasus yang saat ini menurun jangan membuat kita lengah,'' ungkap Rachman.

Terpisah, Koordinator Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lebong, Fakhrurrozi, S.Sos, M.Si memastikan program vaksinasi harus terus dijalankan. Bahkan menurunnya kasus tidak bisa dijadikan alasan bagi masyarakat mengabaikan program vaksinasi.

'Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang telah berpartisipasi tinggi dalam pelaksanaan vaksinasi tahap pertama dan kami harap partisipasi itu terus dipertahankan untuk tahap kedua dan ketiga,'' demikian Fakhrurrozi. BACA JUGA: Dua Perempuan Dihamili, Satu Dinikahi, Satunya Lagi Lapor Polisi

Sesuai data Dinkes, selama periode Januari-April jumlah masyarakat Kabupaten Lebong yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 260 kasus. Namun menjelang Idul Fitri dan hingga saat ini kasusnya nihil. Soalnya dari jumlah kasus itu, hanya 1 korban yang meninggal dunia. Sedangkan 259 korban lainnya telah sembuh. (sca)

Simak Video Berita

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: