HONDA

Stok Darah Menipis, PMI Bengkulu Kejar Utang Rp4 Miliar dari Rumah Sakit

Stok Darah Menipis, PMI Bengkulu Kejar Utang Rp4 Miliar dari Rumah Sakit

Ketua PMI Kota Bengkulu, Dediyanto--Foto KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bengkulu tengah menghadapi tantangan besar. 

Di tengah upaya memenuhi stok darah bagi pasien yang membutuhkan, organisasi kemanusiaan ini juga dibebani tunggakan pembayaran dari rumah sakit yang mencapai miliaran rupiah.

Ketua PMI Kota Bengkulu, Dediyanto, mengungkapkan bahwa total utang rumah sakit kepada PMI mencapai sekitar Rp4 miliar. Kondisi ini, kata dia, berpotensi mengganggu kelancaran operasional PMI, termasuk kegiatan pencarian dan pengumpulan darah.

"Total utang yang kita kejar penagihannya mencapai Rp4 miliar. Nanti kita tagih jangan sampai menghambat operasional PMI untuk mencari stok darah," ujarnya.

BACA JUGA:Dua Makam Raja di Seluma Menunggu Gelar Cagar Budaya

BACA JUGA:Program PPSE: 641 KPM Bengkulu Utara Berpeluang Terima Modal Usaha Rp5 Juta

Dediyanto menjelaskan, hampir semua rumah sakit di Kota Bengkulu memiliki tunggakan, dengan nominal yang bervariasi. 

Ada yang mencapai Rp300 juta, Rp500 juta, bahkan ada yang mendekati Rp1 miliar.

"Hampir semua rumah sakit di Kota Bengkulu ada utangnya ke PMI. Dengan jumlah beragam ada yang Rp300 juta, Rp500 juta. Bahkan ada yang sampai Rp1 miliar. Kita khawatir nanti PMI tidak bisa beroperasi," tambahnya.

PMI saat ini memilih pendekatan persuasif. Surat penagihan telah dilayangkan, dan komunikasi personal dengan pihak rumah sakit terus dilakukan. 

BACA JUGA:Polda Bengkulu Musnahkan 41,91 Gram Sabu dari Tiga Kasus Narkotika

BACA JUGA:Mantan Gubernur Rohidin Mersyah Bantah Rugikan Negara, Tegaskan Aset Sah Hasil Usaha Pribadi

Namun, pembayaran yang masuk belum sebanding dengan total kewajiban yang harus dilunasi.

"Sejauh ini, kita masih menyurati, pendekatan personal, karena kita harap semua bisa terselesaikan dengan baik," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait