HONDA

Presiden Instruksikan TNI-Polri Tindak Tegas Atasi Aksi Anarkis di Sejumlah Daerah

Presiden Instruksikan TNI-Polri Tindak Tegas Atasi Aksi Anarkis di Sejumlah Daerah

Presiden Instruksikan TNI-Polri Tindak Tegas Atasi Aksi Anarkis di Sejumlah Daerah--Ist/Rakyatbengkulu.com

RAKYATBENGKULU.COM - Pemerintah pusat akhirnya angkat suara menyikapi rentetan aksi anarkis yang melanda sejumlah daerah dalam dua hari terakhir. 

Presiden menegaskan tidak ada ruang bagi tindakan perusakan dan kekerasan, dengan memerintahkan TNI dan Polri untuk mengambil langkah tegas menjaga stabilitas keamanan.

Instruksi itu langsung disampaikan Presiden kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai respons cepat atas meningkatnya eskalasi kericuhan.

 Dalam dua hari terakhir, tercatat berbagai aksi massa berujung rusuh, mulai dari pembakaran gedung, perusakan fasilitas umum, hingga serangan terhadap markas tertentu.

BACA JUGA:Raih Dukungan Penuh, Ketua PWI Bengkulu Pimpin Kongres Persatuan PWI

BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Buka Merah Putih Shooting Competition, Berharap Perbakin Bengkulu Raih Emas PON

“Bapak Presiden memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk mengambil langkah sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku,” ujar Kapolri Listyo dikutip HARIAN DISWAY.

Tindakan anarkis itu dinilai bukan hanya pelanggaran aturan, melainkan sudah masuk dalam ranah pidana yang berpotensi menimbulkan korban jiwa dan kerugian besar.

Karena itu, aparat diminta tidak ragu menindak para pelaku demi menjaga keamanan masyarakat luas.

Pemerintah menekankan, meskipun aparat diberi kewenangan penuh, setiap langkah tetap harus menjunjung tinggi hukum dan prinsip hak asasi manusia.

BACA JUGA:Pamit Pergi Mancing, Warga Mukomuko Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Bungin

BACA JUGA:Pasca DPRD Makassar Dibakar, Warga Ramai-Ramai Jarah Barang hingga Onderdil Mobil

Di sisi lain, aparat TNI dan Polri kini terus disiagakan untuk melakukan patroli, pengamanan objek vital, serta pencegahan agar konflik tidak menjalar ke wilayah lain.

Pemerintah berharap situasi bisa segera terkendali sehingga aktivitas warga kembali normal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: