NTP Bengkulu Turun Desember 2025, Dua Subsektor Pertanian Tertekan
Press Release Berita Resmi Statistik--Riko/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Desember 2025, yang mencerminkan masih adanya tekanan terhadap kesejahteraan petani di daerah ini.
Penurunan tersebut terjadi seiring melemahnya harga hasil pertanian yang tidak diimbangi dengan penurunan biaya produksi maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga petani.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal, dalam Press Release Berita Resmi Statistik yang digelar di Aula Kantor BPS Provinsi Bengkulu, Senin 5 Januari 2026.
Berdasarkan data BPS, NTP Provinsi Bengkulu pada Desember 2025 tercatat sebesar 205,92, atau turun 0,96 persen dibandingkan November 2025 yang berada di angka 207,93.
BACA JUGA:Arus Logistik Naik Tajam, BPS: Penurunan Penumpang Bukan Karena Ekonomi Melemah
BACA JUGA:BKD Mukomuko Ungkap Penyebab PAD 2025 Hanya Tercapai 91 Persen
Penurunan NTP tersebut dipicu oleh melemahnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang turun 0,47 persen menjadi 268,60, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) justru mengalami kenaikan 0,50 persen menjadi 130,44.
“Turunnya NTP menunjukkan bahwa kenaikan biaya produksi dan konsumsi rumah tangga petani lebih tinggi dibandingkan penerimaan yang mereka peroleh dari hasil panen,” ujar Win Rizal.
Dari sisi subsektor, dua subsektor utama tercatat mengalami penurunan NTP, yakni Tanaman Pangan yang turun 0,39 persen, serta Tanaman Perkebunan Rakyat yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,10 persen.
Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan harga pada komoditas unggulan petani, khususnya pada akhir tahun 2025.
Namun demikian, tidak semua subsektor mengalami pelemahan.
BACA JUGA:Inflasi Bengkulu 2,77 Persen, Cabai Merah Jadi Penyumbang Terbesar
BACA JUGA:Drainase hingga Jalan Jadi Fokus Utama Pemkot Bengkulu Tahun 2026
Tiga subsektor justru mencatatkan kenaikan NTP, yaitu Hortikultura yang naik 0,54 persen, Peternakan sebesar 0,20 persen, serta Perikanan yang mencatat kenaikan tertinggi yakni 1,26 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

