HONDA

Kampanye #NoTaxforKnowledge Dorong Akses Ilmu Pengetahuan Tanpa Hambatan

Kampanye #NoTaxforKnowledge Dorong Akses Ilmu Pengetahuan Tanpa Hambatan

Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir--Ist/Rakyatbengkulu.com

RAKYATBENGKULU.COM – Kampanye #NoTaxforKnowledge terus digaungkan oleh sejumlah organisasi pers nasional, seperti Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Forum Pemred. 

Kampanye ini bertujuan mendorong akses ilmu pengetahuan yang lebih inklusif, berkualitas, dan bebas hambatan bagi masyarakat.

Selama ini, sektor pengetahuan dinilai masih terbebani kebijakan perpajakan yang memberatkan, khususnya bagi industri media, penerbitan dan percetakan buku, serta institusi pendidikan. 

Kondisi tersebut dinilai berdampak pada keberlanjutan ekosistem informasi dan distribusi pengetahuan kepada publik.

BACA JUGA:Cuaca Tak Menentu, DKP Mukomuko Imbau Nelayan Waspada Saat Melaut

BACA JUGA:WFA ASN, PPPK Paruh Waktu Tetap Masuk Kantor Penuh

Melalui kolaborasi lintas organisasi pers, kampanye #NoTaxforKnowledge didorong sebagai upaya agar pemerintah menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan media dan industri pengetahuan, salah satunya melalui relaksasi pajak.

“Ini ada pro-kontra terkait dengan adanya pengajuan atau inisiatif dari masyarakat pers, termasuk AMSI, PWI dan lainnya untuk meminta negara hadir, salah satunya memberikan insentif terhadap pajak dan biaya-biaya yang membebani operasional industri media,” kata Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir.

Menurut Munir, isu ini kembali mengemuka pada 2025 seiring banyaknya perusahaan media yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi. 

Ia menilai pemerintah perlu mengambil langkah strategis seperti yang pernah dilakukan pada masa pandemi Covid-19 dengan memberikan relaksasi pajak.

BACA JUGA:Polresta Bengkulu Gelar Sertijab Kabag SDM, Ini Pejabat Barunya

BACA JUGA:Skincare Kamu Sudah Mahal, Tapi Kulit Masih Terlihat Lelah? Ini Minuman yang Tepat Buat Kamu

“Harapan kita, insentif pajak menjadi gerakan bersama khususnya di momentum Hari Pers Nasional 2026, dan menjadi bagian yang strategis dan keputusan pemerintah itu menjadi kado terbaik bagi masyarakat pers Indonesia,” imbuhnya.

Munir juga menegaskan bahwa kampanye #NoTaxForKnowledge semakin relevan karena sejak tahun lalu pendapatan perusahaan media terus menurun akibat peralihan belanja iklan ke platform digital global.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: