Nihil Anggaran, Pembangunan dan Rehab Los Pasar di Mukomuko Tahun 2026 Ditiadakan
Kepala Disperindagkop dan UKM Mukomuko, Syafriadi, SH--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, memastikan tidak ada pembangunan maupun rehabilitasi los pasar pada tahun anggaran 2026.
Kepala Disperindagkop dan UKM Mukomuko, Syafriadi, SH menyebutkan, kebijakan tersebut bukan karena tidak adanya kebutuhan atau usulan dari pedagang. Namun, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama tidak direalisasikannya program tersebut.
"Untuk tahun 2026 ini tidak ada pembangunan los baru maupun perbaikan los lama. Bukan karena tidak ada kebutuhan, tetapi karena memang tidak tersedia anggaran, baik dari APBD maupun dari pusat,” ujarnya, Rabu 4 Maret 2026.
Menurutnya, pihaknya telah menerima banyak usulan dari pedagang dan pengelola pasar terkait pembangunan los baru maupun rehabilitasi los yang mengalami kerusakan.
BACA JUGA:Lacak Rantai Penadah, Macan Ratu Bekuk Pencuri HP di Kota Bengkulu
BACA JUGA:Liverpool Tumbang 1-2 di Markas Wolves, Posisi Lima Besar Terancam Goyah
Namun, seluruh usulan tersebut belum dapat direalisasikan pada tahun ini akibat keterbatasan fiskal daerah.
Ia mengakui, sejumlah los pasar memang membutuhkan perhatian, terutama yang mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Selain itu, terdapat permintaan penambahan los di beberapa titik pasar karena kapasitas yang dinilai sudah tidak mencukupi untuk menampung seluruh pedagang.
“Usulan tetap ada, bahkan cukup banyak. Namun untuk saat ini belum bisa diakomodir. Kondisi keuangan daerah menjadi pertimbangan utama,” ungkapnya.
Meski demikian, Disperindagkop dan UKM Mukomuko tetap mencatat seluruh usulan tersebut sebagai bahan perencanaan ke depan.
BACA JUGA:Kejati Bengkulu Kembali Tambah Dua Tersangka Kasus Korupsi Proyek AVR dan SKU PLTA Musi
BACA JUGA:Satpol PP Kota Bengkulu Razia Rumah Kos, Temukan Pasangan Bukan Muhrim dan Dugaan Prostitusi Online
"Jika kondisi keuangan daerah membaik atau tersedia dukungan anggaran dari pemerintah pusat, pembangunan dan perbaikan los pasar akan kembali diprioritaskan. Kami tetap berupaya menjaga agar kondisi pasar tetap layak digunakan. Tetapi untuk pembangunan fisik skala besar memang belum bisa dilaksanakan tahun ini,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



