HONDA

Ancaman Hama Serang Sawah Mukomuko, Distan Siapkan Langkah Pengendalian

Ancaman Hama Serang Sawah Mukomuko, Distan Siapkan Langkah Pengendalian

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, Hari Mustaman--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Petani padi di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menghadapi ancaman serangan hama yang berpotensi menurunkan hasil panen pada musim tanam 2026.

Sejumlah hama seperti tikus, keong mas, dan wereng dilaporkan mulai menyerang tanaman, terutama di wilayah sawah tadah hujan seperti Kecamatan Ipuh, V Koto, dan Lubuk Pinang.

Kondisi ini memicu kekhawatiran petani karena serangan hama berisiko menyebabkan penurunan produksi hingga gagal panen jika tidak segera ditangani.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, Hari Mustaman, SP, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menekan dampak serangan hama.

BACA JUGA:Misi Menuju Eropa, Marseille Amankan Posisi Tiga Besar Usai Libas Metz

BACA JUGA:West Ham Gilas Wolves 4-0, Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi

Distan secara rutin menyalurkan bantuan pestisida kepada kelompok tani, mulai dari insektisida, fungisida, hingga moluskisida. Selain itu, bantuan racun tikus juga telah diberikan dari stok yang tersedia.

“Kami juga sudah bersurat ke Dinas Pertanian Provinsi dan telah mendapat respons positif. Insyaallah, minggu depan staf kami akan berkoordinasi ke provinsi untuk menindaklanjuti bantuan tersebut,” ujarnya. 

Selain bantuan dari pemerintah, petani juga didorong melakukan pengendalian hama secara mandiri dan kolektif, seperti gropyokan dan pemasangan perangkap.

Distan menilai langkah cepat dan koordinasi aktif menjadi kunci untuk mencegah meluasnya serangan hama di lapangan.

BACA JUGA:Buron 4 Tahun, Tim Tabur Kejati Bengkulu Tangkap Buronan Kasus Galian C Tanpa Izin

BACA JUGA:Kasus Korupsi Pasar Panorama, Mantan Anggota Dewan Dituntut 7,5 Tahun, Mantan Kadis 5 Tahun Penjara

Sementara itu, kondisi ketersediaan air untuk musim tanam saat ini masih relatif aman, baik di lahan irigasi teknis maupun sawah tadah hujan.

Petani juga diimbau segera melaporkan jika ditemukan serangan hama dalam skala luas agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: