TUBEI, RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID - Rumah susun (Rusun) PNS senilai Rp 54,7 miliar yang belum juga dilimpah ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong, menuai tanda tanya besar. Tokoh pemuda Lebong, Riki Febrian meminta aparat penegak hukum di Kabupaten Lebong menyelidikinya. Soalnya bangunan tiga lantai itu telah selesai dibangun sejak 2019. ''Aneh saja mengapa sampai sekarang belum juga diserahkan ke Pemkab Lebong. Sementara gedung itu sudah difungsikan, kira-kira dari mana anggaran pemeliharaannya,'' kata Riki. BACA JUGA: Tanpa Listrik, Bangunan Rusun PNS Diserahkan Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tidak menganggarkan biaya perawatannya. Terindikasi bangunan itu tak kunjung dihibahkan ke daerah, karena berkaitan dengan progres pekerjaannya. Namun, tidak pernah dijelaskan oleh pihak Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Bengkulu alasannya. ''Kalau Pemkab Lebong yang memeliharanya, dari mana anggarannya. Terus apakah tidak menyalahi aturan karena statusnya masih milik Kementerian PUPR,'' tukas Riki. BACA JUGA: Biaya Perawatan Rusun PNS di Lebong Dipertanyakan Sementara itu, Kabid Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Lebong, Riska Putra Utama, SE, M.Si tidak menampik bangunan Rusun PNS di Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Pelabai itu memang belum berstatus milik Lebong. Artinya, tidak ada alasan yang dibenarkan bagi Pemkab Lebong mengelolanya. ''Sampai hari ini (Senin) Pemkab Lebong tidak mengelolanya. Bangunan Rusun itu dititipkan pihak SNVT ke perorangan di salah satu OPD (organisasi perangkat daerah, red) jajaran Pemkab Lebong,'' pungkas Putra. Artinya, untuk pengelolaan tidak dilakukan secara kedinasan. Melainkan perorangan yang teknisnya tidak ada sangkut pautnya dengan pemerintah daerah. Pemkab Lebong baru akan mengelolanya, jika aset itu sudah diserahkan ke daerah dan seluruh item pekerjaannya sesuai dengan kontrak. ''Mengapa belum diserahkan ke Pemkab Lebong, kami sendiri belum tahu. Yang jelas kami Bidang Aset tidak akan menerima bangunan itu menjadi aset daerah kalau fisik bangunannya tidak sesuai kontrak perencanaan,'' tandas Putra. Mengenai hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Lebong, Hartoni belum berhasil dikonfirmasi. Diketahui, seluruh perawatan Rusun itu telah diserahkan ke seseorang yang berstatus PNS di Disperkim untuk membantu pemeliharaan. BACA JUGA: Terungkap Alasan Sang Anak Tinggalkan Nenek Majwa, Relakan Ibunya Dirawat di Panti Sosial Lebih separo kamar Rusun PNS itu telah ditempati dan pengelolaannya dilakukan, dengan sistem sewa. Setiap orang yang menempati membayar sewa Rp 500 ribu sebulan. (sca)
Aneh, Rusun PNS Belum Dilimpah
Senin 18-07-2022,22:59 WIB
Editor : Redaksi
Kategori :
Terkait
Selasa 18-11-2025,13:07 WIB
Rangka Jembatan Lubuk Silandak Segera Diangkut, PUPR Mukomuko Tunggu BAST dari Kementerian PUPR
Jumat 24-10-2025,08:37 WIB
614 Peserta PPPK Lebong Siap Dilantik, Dua Masih Terkendala Administrasi
Senin 06-10-2025,08:44 WIB
Potensi Alam dan Budaya, Azhari Tawarkan Peluang Investasi di Sektor Pariwisata Lebong
Terpopuler
Sabtu 17-01-2026,18:15 WIB
Tak Cuma Kencang, Infinix Zero 40 5G Juga Andalkan Pilihan Warna Berkelas
Sabtu 17-01-2026,18:07 WIB
Bodi Tipis dengan Daya Tahan Maksimal, Vivo X Fold3 Pro Andalkan Baterai Dual-Cell
Sabtu 17-01-2026,18:24 WIB
Identitas Mayat Perempuan Terungkap, Polisi Temukan Obat Kuat dan Alat Kontrasepsi di Kamar Hotel Legapone
Terkini
Sabtu 17-01-2026,18:24 WIB
Identitas Mayat Perempuan Terungkap, Polisi Temukan Obat Kuat dan Alat Kontrasepsi di Kamar Hotel Legapone
Sabtu 17-01-2026,18:15 WIB
Tak Cuma Kencang, Infinix Zero 40 5G Juga Andalkan Pilihan Warna Berkelas
Sabtu 17-01-2026,18:07 WIB
Bodi Tipis dengan Daya Tahan Maksimal, Vivo X Fold3 Pro Andalkan Baterai Dual-Cell
Sabtu 17-01-2026,17:46 WIB
Berkembang Bersama BRILink Agen, Keluarga di Jepara ini Berhasil Buka Lapangan Pekerjaan bagi Masyarakat
Sabtu 17-01-2026,15:35 WIB