BENGKULU, RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID– Meskipun sudah menetapkan empat tersangka, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sepertinya tidak berhenti di situ. Dalam mengungkapkan kasus dugaan korupsi program replanting sawit tahun 2019 dan 2020, di Dinas Perkebunan Bengkulu Utara. Penyidik masih berupaya mengungkapkan dugaan keterlibat pihak lainnya. Termasuk juga peran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Bengkulu Utara yang mengurusi program bantuan itu. BACA JUGA: Uang Korupsi Replanting Sawit Rp 13 Miliar Disita, Tsk Masih 4 Tim penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti keterlibatan mereka. “Saya tegaskan lagi tidak sampai di empat tersangka ini. Ini baru satu kelompok tani. Makanya saya bilang tadi akan kita kembangkan. Dan tersangkanya akan berkembang juga. Rp 13 miliar yang disita itu baru dari satu Poktan,” jelas Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Dr. Heri Jerman, SH, MH. Ada empat tersangka yang sudah ditetapkan dalam kasus ini. Tiga tersangka dari Kelompok Tani Rindang Jaya, yakni Arlan Sidi, Eli Darwanto, dan Suhastono serta Kepala Desa Tanjung Muara, Priyanto. BACA JUGA: Jawab Keresahan Petani, Pemerintah Provinsi Bengkulu Tetapkan Harga TBS Sawit Rp1.447 per Kilogram Kasus ini bermula dari tahun 2019 dan berlanjut di tahun 2020. Di mana Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu Utara, mendapatkan bantuan dana peremajaan kelapa sawit atau disebut replanting. Yang bersumber dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Yakni, badan yang dibentuk Kementerian Keuangan yang menghimpun dana dari pelaku usaha perkebunan atau disebut CPO Supporting Fund (CSF). Yang akan digunakan sebagai pendukung program dalam pengembangan kelapa sawit. Di tahun 2019 terdapat 18 kelompok tani (poktan) penerima bantuan sebesar Rp 61.975.250.000. Di tahun 2020 terdapat 10 poktan yang menerima bantuan dengan jumlah Rp 78.539.664.000. Total keseluruhan bantuan di tahun 2019-2020 Rp 139.514.655.000. Dalam konferensi pers yang digelar kemarin, tim penyidik juga memperlihatkan sejumlah uang yang telah disita sebanyak Rp 13 miliar. “Masih kita kembangkan dan berpotensi bertambah (tersangka, red). Sejauh ini sudah 18 kelompok tani yang diperiksa,” ungkap Heri. Heri mengatakan secara fisik uang yang disita jumlahnya Rp 13 miliar. Dan sudah masuk ke rekening penampungan pemerintah lainnya yang ada di Bank Mandiri. BACA JUGA: Asisten Bupati jadi Plt Direktur RSUD Kasus ini mulai diungkap 2020 lalu. Tim penyidik Pidsus Kejati Bengkulu menemukan terjadi penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oleh penerima bantuan ini. Dengan modus memanipulasi identitas sehingga negara dirugikan. Seharusnya, per Kepala Keluarga (KK) mendapatkan bantuan Rp 30 juta per hektare. BACA JUGA: Ada 1.111 Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum, PKBI Bengkulu Gelar Program Inklusi Satu (KK) maksimal menerima bantuan empat replanting untuk hektare. Namun, ada puluhan penerima yang identitasnya dipalsukan oleh tersangka. Sehingga satu KK ada yang menerima bantuan sampai 20 hektare. Sehingga satu KK atau satu petani bisa menerima bantuan replanting Rp 600 juta. “Perannya, ketika syarat-syarat untuk bisa menerima bantuan ini kan harus dengan kepemilikan lahan. Identitasnya jelas, dan memenuhi syarat sebagai penerima. Tetapi ternyata mereka ini memalsukan persyaratan tersebut,” terang Heri. Motif keempat tersangka ini menggunakan identitas palsu dalam memperoleh bantuan replanting. Untuk peran lain seperti keterlibatan pihak pembibitan, pupuk, dan lain-lain kita masih kembangkan. BACA JUGA: Sopir Truk Panik, Antrean Mengular “Semua yang terlibat dalam kasus ini sudah kita periksa. Totalnya saksi yang telah di periksan hingga ratusan saksi, termasuk Direktur BPDPKS juga sudah kami periksa,” ujar Heri. Sementara keempat tersangka dikenakan Pasal 2 dan 3 Tipikor, dengan ancamannya 20 tahun penjara. Sedangkan uang hasil korupsi kemana digunakan oleh keempat tersangka, tim penyidik masih kembangkan. Kasus ini melibatkan banyak pihak. Tidak kurang dari 28 kelompok tani ikut dalam program replanting ini. Penerima program replanting kelapa sawit, sekira 2.000 petani. (jam)
Bola Panas Replanting Sawit, Sasar Kalangan OPD?
Jumat 22-07-2022,23:02 WIB
Editor : Redaksi
Kategori :
Terkait
Sabtu 15-11-2025,19:13 WIB
Harga Sawit Mukomuko Hari Ini Masih Stagnan, Tertinggi Rp 2.940 per Kilogram
Selasa 11-11-2025,16:31 WIB
Kajati Bengkulu dan Panitia Natal Oikumene Temui Gubernur, Balai Semarak Siap Jadi Pusat Perayaan
Selasa 11-11-2025,11:41 WIB
Kajati Bengkulu Pimpin Kunjungan Panitia Natal Oikumene ke MUI, Pekuat Sinergi Antarumat Beragama
Jumat 07-11-2025,14:25 WIB
Minggu Pertama November, Harga TBS Sawit di Mukomuko Kembali Turun, Tertinggi Rp 2.940 Per Kilogram
Terpopuler
Kamis 26-03-2026,08:16 WIB
Ditolak Lamaran Menikah, Petani di Rejang Lebong Nekat Coba Bunuh Janda di Dalam Kamar
Kamis 26-03-2026,08:50 WIB
Cara Membuat Gudeg Khas Jogja, Manis Gurih dengan Sentuhan Tradisional
Kamis 26-03-2026,08:26 WIB
Begal Motor di Jalur Lintas Curup, Pemuda Asal Binduriang Pakai Uang Hasil Kejahatan untuk Pacaran di Hotel
Kamis 26-03-2026,08:43 WIB
Resep Pempek Khas Palembang, Cuko Pedas Ikan Terasa Bikin Nagih
Kamis 26-03-2026,08:34 WIB
Tak Sampai 24 Jam, Penusuk Warga di Lubuk Ladung Ditangkap Saat Kabur ke Kaur
Terkini
Kamis 26-03-2026,16:46 WIB
25 Kasus Kebakaran di Kota Bengkulu Awal 2026, Didominasi Korsleting Listrik
Kamis 26-03-2026,15:36 WIB
Harga TBS Sawit Mukomuko Pasca Lebaran 1447 H Stabil, Tertinggi Rp3.150 per Kg
Kamis 26-03-2026,15:28 WIB
Belanja Pegawai Bengkulu Tembus 45 Persen, PPPK Dibayangi Dampak UU HKPD
Kamis 26-03-2026,14:26 WIB
Isu Jual Beli Jabatan di Pemprov Bengkulu Mencuat, Sekda Pastikan Proses Klarifikasi Berjalan
Kamis 26-03-2026,14:11 WIB