Perang Diponegoro ini juga dikenal dengan sebutan Perang Jawa.
Perang besar ini berlangsung selama lima tahun,dari tahun 1825 sampai 1830.
BACA JUGA:Kisah Mahabarata: Hubungannya dengan Peran Perempuan, Konsep Surga, dan Perang Badr
Perang ini dipimpin oleh Pangeran Diponegoro, pada pihak musuh dipimpin oleh Jenderal Hendrik Merkus de Kock.
Masyarakat Jawa mempunyai prinsip "sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi tekan pati" yang mempunyai arti "sejari kepala sejengkal tanah dibela sampai mati".
Akhirnya masyarakat Jawa berperang sampai titik darah penghabisan melawan penjajah Belanda.
Dampak dari perang Diponegoro atau perang jawa ini, sekitar 200 ribu penduduk Jawa tewas.
BACA JUGA:Perang Bintang 2024
Dari pihak Belanda kehilangan 8.000 tentara.
Pasukan Jawa banyak yang gugur dikarenakan terkena penyakit malaria dan disentri.
5. Penyerbuan Batavia
Penyerbuan Batavia ini salah satu peristiwa terjadi pada tahun 1628-1629.
BACA JUGA:Hebat! 207 Desa di Bengkulu Dapat Alokasi Kinerja Ratusan Juta: Dana Desa 2024
Perang yang dipimpin Sultan Agung dari Kesultanan Mataram, menyerang Batavia yang merupakan pusat dari VOC di Nusantara pada ketika itu.
Pada serangan pertama terjadi di Benteng Holandia pada Oktober 1628.
Walaupun membawa 10.000 pasukan, akan tetapi pasukan Kesultanan Mataram hancur dikarenakan kurang perbekalan.