Gunakan produk pembersih injektor untuk membersihkan saluran injeksi dari deposit karbon. Jika performa motor menurun, segera bawa ke bengkel untuk pembersihan menyeluruh oleh teknisi berpengalaman.
4. Periksa Sensor dan Komponen Elektronik
Pastikan sensor-sensor, seperti sensor posisi throttle (TPS) dan sensor aliran udara, berfungsi dengan baik.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Ungkap Korupsi Rehabilitasi Puskeswan Benteng, 10 Tersangka Dijerat
Sensor yang rusak dapat mempengaruhi campuran bahan bakar dan udara. Periksa juga kabel dan konektor untuk memastikan tidak ada yang terkelupas atau berkarat.
5. Ganti Oli Mesin Secara Rutin
Oli mesin yang bersih sangat penting untuk menjaga komponen injeksi tetap terlumasi. Gantilah oli sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya setiap 2.000–4.000 km.
6. Cek Sistem Pendingin
Meskipun tidak semua sepeda motor injeksi menggunakan pendingin cair, penting untuk memeriksa sistem pendingin agar tidak terjadi overheating. Periksa selang dan komponen pendingin secara berkala.
7. Perhatikan Roda dan Rem
Tekanan ban yang tepat dan kondisi kampas rem yang baik sangat berpengaruh pada performa dan keselamatan berkendara. Selalu periksa kedua elemen ini secara rutin.