Ia menyayangkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaur terhadap potensi atlet-atlet daerah.
BACA JUGA:Peringatan Penting! KPM Harus Langsung Tarik Dana Bansos Jika Tidak Ingin Kemensos Ambil Kembali
BACA JUGA:Kriuk Sempurna! Cara Membuat Bawang Goreng Tanpa Hangus
“Kita pasti kirim atlet untuk Porprov, namun Cabor mana saja itu belum tahu. Lihat saja nanti hasil rapat,” jelasnya.
Menurutnya, kejuaraan Porprov yang hanya digelar setiap empat tahun sekali merupakan ajang penting bagi atlet muda Kabupaten Kaur untuk menunjukkan bakat yang telah lama mereka tekuni.
“Sangat disayangkan, kejuaraan sebesar Porprov ini tidak mendapatkan anggaran sama sekali. Padahal, persiapan kegiatan ini sudah beberapa kali dibahas sejak jauh hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hopalara menegaskan bahwa selama beberapa tahun terakhir, dukungan Pemkab Kaur terhadap dunia olahraga sangat minim.
BACA JUGA:Ibadah Lebih Khusyuk: Tips Merawat Mukena Agar Tidak Bau Apek, Wangi Setiap Hari
BACA JUGA:Kriuk Sempurna! Cara Membuat Bawang Goreng Tanpa Hangus
Banyak atlet yang harus mengeluarkan dana pribadi untuk mengikuti berbagai kompetisi dan seleksi, meskipun saat bertanding mereka membawa nama Kabupaten Kaur.
“Harusnya pada saat perencanaan di TPAD, OPD teknis mengawal kegiatan ini. Masa tidak dianggarkan sama sekali? Bagaimana kegiatan ini mau berjalan? Kalau sampai tidak ada perwakilan dari Kaur, yang malu daerah sendiri,” tegas Hopalara.
Dengan keterbatasan anggaran yang ada, masa depan atlet-atlet Kabupaten Kaur dalam ajang Porprov X masih menjadi tanda tanya besar.
Keputusan terkait pemberangkatan atlet kini bergantung pada hasil rapat KONI bersama organisasi olahraga terkait.
Berita ini sudah tayang di KORANRB.ID dengan judul: