Jelang Lebaran 2025, Menteri ESDM Pastikan Stok BBM Aman dan Terpenuhi Sepenuhnya

Sabtu 15-03-2025,14:46 WIB
Reporter : Hellen Yuliana
Editor : Febi Elmasdito

Bahlil menekankan bahwa menjadi tanggung jawab Kementerian ESDM untuk memastikan subsidi tersebut sampai kepada rakyat yang membutuhkan.

BACA JUGA:Shio yang Paling Cepat Bosan dalam Hubungan! Gimana Cara Menjaga Cinta Mereka?

BACA JUGA:Usia 60 Tahun? Ini 6 Kebiasaan Makan yang Harus Dihindari

Bahlil juga menyinggung soal harga LPG yang masih diperdagangkan di luar ketentuan harga eceran tertinggi (HET). 

Sejak 2017, pemerintah tidak menaikkan harga LPG, dan memberikan subsidi dengan harga maksimal Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per tabung. 

Namun, ia mengungkapkan bahwa beberapa pengecer menjual LPG dengan harga lebih tinggi, bahkan mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung. 

"Saya akan tertibkan orang yang menjual LPG di atas Rp20 ribu per tabung. Karena negara sudah bayar ke PT Pertamina. Itu hak rakyat yang tidak mampu," tegasnya.

BACA JUGA:Trik Ampuh! Rendam Kolang Kaling dengan Cucian Beras Agar Lebih Tahan Lama dan Tetap Segar

BACA JUGA:Siapkan Mudik Lebih Aman! 5 Hal Penting yang Wajib Dicek Sebelum Perjalanan Jauh dengan Motor

Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga juga telah memastikan bahwa stok BBM dan LPG selama Ramadhan hingga Lebaran 2025 dalam kondisi aman. 

Pelaksana Tugas Harian Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menyebutkan bahwa stok untuk produk LPG berada pada posisi 15,17 hari, sementara untuk minyak tanah, Pertalite, dan Pertamax masing-masing tersedia hingga 26,20 hari, 20,7 hari, dan 22,75 hari.

Meski stok BBM cukup, Pertamina memperkirakan adanya kenaikan permintaan menjelang Lebaran 2025. 

Diprediksi, permintaan untuk Pertamax akan meningkat sebesar 16,9 persen, Pertalite 11,4 persen, dan Pertamax Turbo 15 persen. 

BACA JUGA:Jangan Pilih Mie Instan! 5 Menu Sahur yang Bikin Tubuh Lebih Bugar dan Tahan Seharian Saat Puasa

BACA JUGA:Selain Makanan, Ini Penyebab Tubuh Lemas Saat Berpuasa Menurut Ahli yang Wajib Kamu Tahu!

Sementara itu, permintaan solar subsidi diperkirakan akan turun sebesar 13,4 persen, seiring dengan penurunan aktivitas industri menjelang libur Lebaran.

Kategori :