Selain menjadi pusat kota, bundaran ini juga memiliki nilai historis karena di dalamnya berdiri Tugu Perjuangan yang menjadi simbol semangat dan perjuangan rakyat Bengkulu Utara.
“Tugu ini menandakan perjuangan rakyat Bengkulu Utara. Setiap warga terutama dari luar daerah Arga Makmur pasti akan melintasi kawasan Bundaran Arga Makmur,” jelas Arie.
Oleh karena itu, menjaga kebersihan dan estetika kawasan ini menjadi prioritas.
Bahkan, untuk memastikan tampilan lebih rapi dan indah, Bupati Arie turun tangan langsung melakukan pengecatan tugu dan area bundaran.
BACA JUGA:Helmi Hasan Kembali Pimpin PAN Bengkulu, Siap Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
BACA JUGA:Pemkab Rejang Lebong Tandatangani MoU Strategis dengan PT PLN UP3 Bengkulu untuk Peningkatan PAD
Gerakan Bersih-Bersih Menyeluruh Hingga ke Desa dan Kelurahan
Tak hanya sekadar aksi bersih-bersih di satu lokasi, Bupati Arie juga menekankan agar gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan, desa, dan kelurahan.
Ia menginstruksikan seluruh camat, kepala desa, dan lurah untuk aktif menggerakkan warganya dalam program Jumat Bersih.
“Saya juga menekankan jika kegiatan Jumat Bersih ini harus diikuti oleh seluruh camat bekerja sama dengan desa-desa dan kelurahan, sehingga setiap Jumat camat dan masing-masing desa/kelurahan melaksanakan kegiatan yang serupa,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan, Pemkab Bengkulu Utara optimis mampu mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, asri, dan nyaman.
BACA JUGA:Bawaslu Bengkulu Selatan Lantik 33 Panwascam untuk Pengawasan PSU, Ini Lokasinya
BACA JUGA:DPMD Mukomuko Dorong Desa untuk Bentuk Badan Hukum BUMDes, Ini Harapannya
Jumat Bersih bukan sekadar program rutin, tetapi langkah nyata dalam membangun kesadaran kolektif untuk mencintai dan menjaga lingkungan.