1. Anyaman daun kelapa melambangkan kesalahan manusia – Simpul-simpul yang rumit pada anyaman daun kelapa mencerminkan kesalahan dan dosa manusia yang sering kali membingungkan dan berbelit-belit.
2. Beras di dalam ketupat melambangkan kesucian dan kebersihan hati – Setelah ketupat dibuka, terlihat nasi putih yang bersih, melambangkan hati yang suci setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
3. Ketupat sebagai simbol kebersamaan – Hidangan ini selalu disajikan saat Lebaran dan disantap bersama keluarga, mencerminkan eratnya tali silaturahmi dan kebersamaan.
4. Filosofi “Lebaran, Luberan, Leburan” – Sunan Kalijaga mengajarkan filosofi ini melalui ketupat:
BACA JUGA:Polresta Bengkulu Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran, Ini Syaratnya
• Lebaran berarti usai atau selesai, menandakan berakhirnya bulan Ramadan.
• Luberan melambangkan rezeki yang melimpah dan harus dibagikan kepada sesama.
• Leburan berarti melebur dosa dengan saling memaafkan.
Ketupat dalam Berbagai Hidangan Lebaran
Ketupat biasanya disajikan dengan berbagai hidangan khas Lebaran, seperti:
• Opor ayam, dengan kuah santan yang gurih dan kaya rempah.
• Rendang, olahan daging sapi dengan bumbu khas Minang.
• Sayur labu siam, kuah santan dengan rasa yang ringan dan segar.
BACA JUGA:IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Domestik dan Global
BACA JUGA:Pelopor Keselamatan dalam Berkendara, Astra Motor Bengkulu Sosialisasi ke SMKN 1 Kota Bengkulu