Ketupat! Simbol Khas Lebaran yang Sarat Makna dan Sejarah

Rabu 26-03-2025,14:43 WIB
Reporter : Hellen Yuliana
Editor : Febi Elmasdito

1. Anyaman daun kelapa melambangkan kesalahan manusia – Simpul-simpul yang rumit pada anyaman daun kelapa mencerminkan kesalahan dan dosa manusia yang sering kali membingungkan dan berbelit-belit.

2. Beras di dalam ketupat melambangkan kesucian dan kebersihan hati – Setelah ketupat dibuka, terlihat nasi putih yang bersih, melambangkan hati yang suci setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

3. Ketupat sebagai simbol kebersamaan – Hidangan ini selalu disajikan saat Lebaran dan disantap bersama keluarga, mencerminkan eratnya tali silaturahmi dan kebersamaan.

4. Filosofi “Lebaran, Luberan, Leburan” – Sunan Kalijaga mengajarkan filosofi ini melalui ketupat:

BACA JUGA:Polresta Bengkulu Siapkan Layanan Penitipan Kendaraan Gratis untuk Pemudik Lebaran, Ini Syaratnya

BACA JUGA:Jaga Ekosistem Pesisir, Polresta Bengkulu Gandeng Astra Motor Bengkulu dalam Pembuatan Taman Mangrove

• Lebaran berarti usai atau selesai, menandakan berakhirnya bulan Ramadan.

• Luberan melambangkan rezeki yang melimpah dan harus dibagikan kepada sesama.

• Leburan berarti melebur dosa dengan saling memaafkan.

Ketupat dalam Berbagai Hidangan Lebaran

Ketupat biasanya disajikan dengan berbagai hidangan khas Lebaran, seperti:

• Opor ayam, dengan kuah santan yang gurih dan kaya rempah.

• Rendang, olahan daging sapi dengan bumbu khas Minang.

• Sayur labu siam, kuah santan dengan rasa yang ringan dan segar.

BACA JUGA:IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways di Tengah Sentimen Domestik dan Global

BACA JUGA:Pelopor Keselamatan dalam Berkendara, Astra Motor Bengkulu Sosialisasi ke SMKN 1 Kota Bengkulu

Kategori :