“Ogoh-ogoh adalah simbol keburukan yang dihilangkan dalam Hari Raya Nyepi,” pungkas Made.
BACA JUGA:Pria di Bantul Bunuh Pacar dan Simpan Jenazah Selama Dua Pekan
Berlangsungnya pawai ogoh-ogoh ini, Bengkulu Utara hendak membuktikan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan.
Momen ini menjadi refleksi bagaimana harmoni dan toleransi dapat terus terjalin dalam kehidupan masyarakat yang beragam budaya dan keyakinan.
Berita ini telah tayang di KORANRB.ID dengan judul: Ratusan Warga Asal Bali Pawai Ogoh-ogoh Sambut Nyepi