Pagi Ini Gunung Semeru Kembali Erupsi Tiga Kali, Warga Diminta Waspada!

Jumat 28-03-2025,08:58 WIB
Reporter : Hellen Yuliana
Editor : Febi Elmasdito

Seperti erupsi sebelumnya, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. 

Erupsi ini juga terekam dengan amplitudo maksimum 22 mm dan berlangsung selama 123 detik.

BACA JUGA:Geger! Tukang Ojek Ditemukan Bersimbah Darah di Terminal Pasar Kepahiang, Diduga Korban Duel Maut

BACA JUGA:Ini Nama-nama 6 Pejabat Baru yang Dilantik Pj Sekda Bengkulu, Keponakan Rohidin Nonjob

Status Waspada, PVMBG Keluarkan Rekomendasi

Melihat aktivitas Gunung Semeru yang meningkat, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan beberapa rekomendasi penting bagi masyarakat untuk menghindari potensi bahaya.

1. Dilarang beraktivitas di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 8 kilometer dari puncak, karena berisiko terdampak awan panas dan aliran lahar.

2. Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) karena bisa terdampak perluasan awan panas hingga 13 kilometer dari puncak.

3. Dilarang memasuki area dalam radius 3 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena berisiko terkena lontaran batu pijar.

BACA JUGA:Daya Ingat Menurun? Kenali Dampak Begadang Lainnya bagi Kesehatan yang Harus Diwaspadai

BACA JUGA:TNI-Polri di Mukomuko Gelar Aksi Pembagian Takjil Gratis untuk Pengendara

4. Waspada terhadap awan panas, guguran lava, dan lahar hujan, terutama di sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” kata Sigit.

Warga di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas terkait. 

Dengan kondisi cuaca yang bisa memicu lahar hujan, masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai juga diminta untuk tidak beraktivitas di daerah rawan.

BACA JUGA:Penundaan Pembayaran TPP ASN Rejang Lebong Setelah Lebaran, Ini Penjelasan Sekda

Kategori :